Omzet Penjual Tahu & Mie Basah Turun 50%
Jumat, 30 Des 2005 10:16 WIB
Jakarta - Maraknya penggunaan formalin di pasaran mendorong masyarakat mengerem pembelian produk tahu dan mie basah. Akibatnya pedagang pun menjerit. Omzet mereka turun tajam hingga 50 persen."Dua hari ini omzet penjualan tahu saya turun 50 persen lebih. Saya biasanya pukul 06.00 WIB sudah laku banyak dan dapat Rp 10.000. Tetapi sekarang tahu masih banyak dan saya baru dapat Rp 3.000," kata Arjo pedagang tahu kepada detikcom di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pukul 09.30 WIB, Jumat (30/12/2005).Menurut Arjo, pelanggan juga selalu menanyakan tahu yang dijualnya mengandung formalin atau tidak."Pembeli menjadi cerewet, mereka tanya apakah tahu saya bebas formalin atau tidak. Tahu ini saya bikin sendiri dan tidak mengambil di pabrik. Tetapi mau gimana lagi, wong beritanya heboh seperti itu, pembeli sudah takut duluan," ujarnya.Berbeda dengan Arjo yang mengaku tahunya bebas formalin, Asih justru mengaku mie basah yang dijualnya mengandung formalin."Saya sudah tahu mie basah yang saya jual ada formalinnya. Saya ambil dari pabrik. Pabrik yang saya ambil juga pernah diperiksa polisi. Tetapi mau bagaimana lagi," kata Asih pedagang mie di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan.Asih juga mengaku omzetnya pun turun tajam. "Sehari saya biasanya jual 12 bungkus, sekarang laku 4 saja sudah lumayan," tutur Asih.Meski omzet penjualan tahu dan mie basah turun 50 persen, penjualan bakso masih normal dan diminati masyarakat."Saya tidak tahu bakso yang saya jual ini bebas formalin atau tidak. Saya ambil dari bos dan dia mengambilnya dari pabrik," kata Katiman.Kartiman yang menjual bakso cap Monalisa ini mengaku omzetnya masih normal. "Pembeli masih banyak dan tidak berkurang," ujarnya.
(aan/)











































