Sejarah Idul Adha dan Perayaannya, Salah Satu Hari Raya Besar Umat Islam

Puti Yasmin - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 05:00 WIB
Ilustrasi Lebaran
Foto: Shutterstock/Sejarah Idul Adha dan Perayaannya, Salah Satu Hari Raya Besar Umat Islam
Jakarta -

Idul Adha merupakan salah satu hari raya umat Islam. Perayaan Idul Adha dilakukan bersamaan dengan ritual ibadah haji di Mekkah saat para jamaah tengah Wukuf atau istirahat di Arafah.

Setiap tahunnya, lebih dari satu miliar Muslim di seluruh dunia merayakan hari raya yang juga dikenal dengan Festival Pengorbanan. Namun, Idul Adha 2020 ini bersamaan dengan adanya pandemi virus corona sehingga beberapa negara memutuskan untuk meniadakan salat berjamaah.

Berikut sejarah hingga perayaan Idul Adha dikutip dari CNN:

Apa Itu Hari Raya Idul Adha?

Idul Adha merupakan salah satu tanggal penting dalam kalender Islam yang ditandai dengan puncak ibadah Haji di Mekkah, Arab Saudi. Perayaan ini memperingati kisah Nabi Ibrahim dalam Al Quran yang diperintahkan untuk mengorbankan putranya sebagai tanda kepatuhan.

Hal itu tertulis dalam Quran surat As Saffat ayat 102 yang berbunyi:

Arab: فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Latin: fa lammā balaga ma'ahus-sa'ya qāla yā bunayya innī arā fil-manāmi annī ażbaḥuka fanẓur māżā tarā, qāla yā abatif'al mā tu`maru satajidunī in syā`allāhu minaṣ-ṣābirīn

Artinya: Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."

Kemudian, Allah SWT menggantikan anak Nabi Ibrahim, Ismail dengan sembelihan yang dipercaya sebagai seekor domba. Hal ini Allah SWT firmankan dalam quran surat As Saffat ayat 107:

Arab: وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

Latin: wa fadaināhu biżib-ḥin 'aẓīm

Artinya: Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Untuk memperingati ujian Allah SWT atas Nabi Ibrahim, umat Islam pun melakukan penyembelihan daging qurban dan mendistribusikannya kepada keluarga, tetangga, dan orang miskin.

Perayaan ini juga menjadi momen di mana keluarga berkumpul untuk makan bersama. Kemudian, kerabat dan teman mengunjungi rumah satu sama lain dengan pakaian baru.

Bagaimana Hari Raya Idul Adha Dirayakan?

Perayaan Idul Adha diawali dengan salat dan mendengarkan ceramah di pagi hari. Hal ini sesuai dengan perintah Allah SWT dalam Quran surat Al Kautsar ayat 2 yang berbunyi

Arab: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Latin: fa ṣalli lirabbika wan-ḥar

Artinya: Maka laksanakan lah salat karena Tuhanmu, dan berkurban lah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).

Adapun salat Idul Adha harus diawali dengan niat dengan membaca "Usholli sunnatan 'iidil adhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati ma'muuman lillaahi ta'aalaa (Saya niat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala).

Kemudian, salat dilakukan dengan takbiratul ihram dilanjutkan dengan membaca doa iftitah. Setelah itu, takbir 7 kali di rakaat pertama dan di antara takbir tersebut membaca doa "سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ" (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.)

Setelah itu, sholat seperti biasa. Awali dengan membaca surat Al-Fatihah dan lanjutkan dengan surat lainnya. Disunnahkan untuk membaca surat Qof, Al- Qomar, Al- A'la, atau surat Al-Gosiyah. Kemudian dilanjutkan dengan ruku, sujud, duduk di antara dua sujud dan seterusnya.

Pada rakaat kedua, takbir sebanyak 5 kali dengan membaca doa yang sama di antara takbirnya. Setelah itu melakukan bacaan khusus sama seperti pada rakaat pertama. Pada rakaat kedua ini disunnahkan membaca surat Al-Ghasyiyah. Terakhir, tutup salat dengan mengucap salam.

Setelah salam, disarankan untuk mendengarkan khutbah terlebih dahulu hingga selesai, sama seperti sholat Idul Fitri. Perayaan selanjutnya dilakukan dengan berkunjung ke teman dan keluarga untuk makan bersama. Mereka biasanya mengucapkan selamat hari raya kepada satu sama lain.

Kapan Idul Adha Dirayakan?

Idul Adha dirayakan pada 10 Dzulhijjah dalam kalender Islam atau bersamaan dengan ritual ibadah Haji di Mekkah. Cara menentukan tanggal tersebut dilakukan dengan melihat hilal atau bulan sabit pertama sebagai tanda masuknya permulaan bulan sehingga setiap negara merayakan pada Idul Adha pada hari yang berbeda-beda.

Namun, sebagian besar tetap mengikuti Arab Saudi sebagai acuan perayaan Idul Adha. Tahun ini, Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penentuan awal Dzulhijjah 1441 H pada 21 Juli 2020 mendatang dengan begitu tanggal Idul Adha baru bisa ditentukan setelah itu.

(pay/erd)