Diresmikan Kapolda, RS Bhayangkara Palangka Raya Kini Punya Laboratorium PCR

Idham Kholid - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 14:32 WIB
Kapolda Kalteng Irjen Dedi Prasetyo meresmikan Laboratorium PCR Dhira Brata Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya.
Kapolda Kalteng Irjen Dedi Prasetyo meresmikan Laboratorium PCR Dhira Brata Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Dedi Prasetyo meresmikan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) Dhira Brata Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya. Dedi mengatakan laboratorium PCR ini merupakan yang pertama di RS Bhayangkara se-Indonesia

"Peresmian laboratorium PCR yang diselenggarakan sekarang merupakan untuk pertama kali di RS Bhayangkara se-Indonesia. Laboratorium PCR ini terbentuk berkat kerja sama Polda Kalteng dengan pihak ketiga," kata Dedi dalam amanat di RS Bhayangkara, Jalan A Yani, Kota Palangka Raya, Kalteng, Selasa (14/7/2020) seperti dalam keterangannya.

Dedi menuturkan Laboratorium PCR ini diharapkan mampu membantu Tim Gugus Tugas di Kalteng. Laboratorium PCR ini untuk mempercepat penanggulangan pandemi COVID-19.

"Jadi, selain Gugus Tugas COVID-19, yang selama ini sudah bekerja maksimal, Laboratorium PCR Dhira Brata diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menangani pasien virus Corona yang masih terjadi, di mana dalam sehari bisa tiga kali running," tambahnya.

Dedi menjelaskan nama Laboratorium PCR Dhira Brata, yang merupakan batalion ketika di Akpol, bukanlah hasil pemikiran Kepala BIN, Kepala BNN, ataupun Irwasda Polda Kalteng. Nama Dhira Brata tersebut merupakan saran dari Kabiddokkes dan Karumkit Bhayangkara.

"Semoga laboratorium yang saat ini diresmikan sesuai dengan makna yang tersirat dalam Dhira Brata itu sendiri, yaitu setia pada Janji," tutupnya.

Untuk diketahui, posisi Laboratorium Dhira Brata tersebut terletak di sebelah kiri pintu masuk RS Bhayangkara. Laboratorium PCR ini digunakan untuk mendiagnosis penyakit COVID-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona.

Tonton video 'WHO Sebut Banyak Negara Salah Strategi Hadapi Pandemi COVID-19':

(idh/tor)