Ini Analisis BMKG soal Gempa M 5,1 yang Guncang Bayah Banten

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 11:32 WIB
Ilustrasi Gempa Bumi Umum
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Gempa bermagnitudo (M) 5,1 terjadi di Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Gempa ini dirasakan oleh penduduk setempat. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono menyebut gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Rahmat menjelaskan, pada Selasa, 14 Juli 2020, pukul 07.04.34 WIB, wilayah Samudra Hindia Selatan Jawa diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,0. Episenter gempa terletak pada koordinat 6,96 LS dan 106,08 BT

Gempa ini lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 19 kilometer arah barat daya dari Bayah, Banten, dengan kedalaman 91 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata Rahmat dalam keterangannya, Selasa (11/7/2020).

Dampak gempa ini dirasakan di daerah Bayah dan Panggarangan dengan skala II MMI. Artinya, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Rahmat mengatakan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ucapnya.

Hingga pukul 07.18 WIB tadi, lanjut Rahmat, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG juga mengimbau masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbuhnya.

(hri/dnu)