Muhammadiyah: Sistem Asrama di Pesantren Perlu Sempurnakan Protokol COVID-19

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 08:37 WIB
Abdul Muti (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Foto: Abdul Mu'ti (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta -

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti sependapat dengan pemerintah soal penanganan kasus Corona (COVID-19) di lingkungan pesantren. Menurut Abdul, sistem asrama di pesantren perlu disempurnakan mengikuti protokol Corona.

"Peringatan pemerintah itu berlaku untuk semua, tidak terbatas pesantren. Banyak klaster baru terjadi di luar pesantren. Akan tetapi, perhatian di pesantren memang perlu lebih ditingkatkan seiring dengan temuan kasus. Sistem asrama di pesantren perlu lebih disempurnakan mengikuti protokol COVID-19," kata Abdul saat dihubungi, Selasa (16/7/2020).

Menurut Abdul, sebagian besar pesantren masih belum melakukan kegiatan belajar mengajar. Jika ada yang buka, maka harus menerapkan protokol penanganan COVID-19.

"Santri masih belajar di rumah. Beberapa yang sudah dibuka menerapkan protokol COVID-19. Sebelum masuk ke pesantren santri, ustadz, dan semua staff mengikuti rapid test sebagai ikhtiar awal mencegah penularan virus corona," ucap Abdul.

Selain itu, Abdul menyebut, penanganan Corona di Pesantren tidak bisa dilakukan tanpa bantuan dari pemerintah. Sehingga, perlu ada bantuan pemerintah untuk menangani masalah tersebut.

"Beberapa waktu lalu Pemerintah menyatakan akan membantu pesantren untuk mengatasi COVID-19 dan menyelenggarakan pendidikan yang aman. Semoga dana tersebut sudah cair dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pesantren," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengingatkan lagi soal bahaya pandemi virus Corona (COVID-19). Dia meminta agar pendidikan berbasis asrama termasuk pesantren hati-hati.

"Pesan Bapak Presiden terkait dengan kegiatan pendidikan yang berbasis asrama sehingga ini harus menjadi atensi semua. Beberapa hari yang lalu sekolah TNI di Cimahi terdapat kasus positif dengan jumlah yang sangat banyak," kata Doni dalam jumpa pers yang disiarkan langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (13/7).

Doni menyampaikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Jokowi terkait penanganan pandemi COVID-19. Dalam ratas itu menurut Doni Presiden juga mengingatkan pesantren agar hati-hati menyelenggarakan kegiatan pendidikan.

"Ini juga dingatkan kepada semua boarding school termasuk pesantren, untuk hati-hati, sekali lagi hati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan berbasis asrama, karena kalau ada satu orang saja yang terpapar maka potensi terpapar yang lain pun sangat tinggi," jelas Doni yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Tonton video 'DPR Minta Kemendikbud Bentuk Tim Pemantau Sekolah di Zona Hijau':

(aik/idn)