Stasiun Bogor Padat, BPTJ Operasikan Bus Tujuan Jakarta Mulai Agustus

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 08:11 WIB
Sejumlah warga mengantre masuk ke dalam bus yang disediakan pemerintah untuk antisipasi membludaknya calon pemnumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline di Stasiun KA Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (29/6/2020). Pembatasan penumpang di dalam KRL maupun di area peron menyebabkan antrean panjang penumpang di stasiun tersebut. Untuk mengurainya, pemerintah menyediakan bus gratis dan PT Kereta Commuter Indonesia mengujicobakan sistem informasi mengenai antrean melalui laman utama di aplikasi KRL Acccess dan media sosialnya. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
Foto: Sejumlah warga mengantre masuk ke dalam bus yang disediakan pemerintah untuk antisipasi membludaknya calon pemnumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline di Stasiun KA Kota Bogor (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta -

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) berupaya untuk mengurai kepadatan penumpang di Stasiun Bogor. Untuk itu, mereka akan membuka rute bus reguler dari Bogor-Jakarta pada bulan Agustus mendatang.

"Masyarakat pelaju Bogor-Jakarta diharapkan bulan depan (Agustus) sudah dapat memanfaatkan angkutan alternatif reguler agar tidak hanya tergantung pada KRL. Sebagaimana diketahui menyusul pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru sering terjadi lonjakan penumpang KRL pada waktu-waktu tertentu," ucap Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B Pramesti, dalam keterangannya, Selasa (14/7/2020).

Polana menyebut kapasitas penumpang KRL sendiri selama masa pandemi dibatasi maksimal 35-45% untuk memenuhi ketentuan physical distancing, yang mengakibatkan seringnya terjadi penumpukan penumpang. Sejauh ini Pemerintah mengerahkan bus-bus gratis untuk mengangkut para pelaju yang tak tertampung KRL tersebut, meski cukup mampu mengatasi penumpukan penumpang penyediaan bus gratis tersebut tidak mungkin menjadi solusi tetap.

"Sejak awal kami meluncurkan bus gratis tersebut pada 15 Mei 2020, sudah kami informasikan bahwa, jika kebutuhan terus meningkat dan muncul demand yang konsisten, tidak menutup kemungkinan akan kami luncurkan layanan bus reguler," kata Polana.

Saat ini sedang dilakukan kajian untuk memperkuat rencana peluncuran layanan tersebut. "Bentuk layanan nantinya adalah Bus Jabodetabek Residential Connexion (JR Conn) dengan rute point to point, " kata Polana.

Sifat layanan Bus JR Conn ini titik pemberangkatan bukan dari Terminal Bus namun diupayakan dari titik yang lebih terjangkau dari pemukiman calon penumpang (asal) menuju titik tertentu (tujuan) di Jakarta, dengan demikian diharapkan tidak terjadi penumpukan calon penumpang di stasiun ataupun terminal.

"Tidak mungkin semurah tarif KRL karena tarif KRL sendiri disubsidi Pemerintah, namun diupayakan masih dalam batas kewajaran dan terjangkau oleh para pelaju. Menurut Polana nantinya layanan Bus JR Conn ini juga akan konsisten diterapkan protokol kesehatan sehingga kapasitas penumpang dibatasi maksimal 50%, agar ketentuan jaga jarak dapat dipenuhi," ucap Polana.

(aik/dnu)