Polda Metro: 19 Korban Pencabulan WN Prancis Telah Diketahui Identitasnya

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 22:33 WIB
Sosok WN Prancis yang diduga cabuli 305 anak di Jakarta
Polisi rilis kasus pencabulan oleh WN Prancis. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya masih mendalami 305 anak di bawah umur yang diduga korban pencabulan pria WN Prancis, FAC (65). Saat ini sudah ada 19 korban yang sudah diketahui identitasnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebutkan jumlah korban yang telah berhasil dikenali tersebut kini bertambah dua dari pengungkapan sebelumnya yang berjumlah 17 anak.

"Korban ada sekitar 305 dieksploitasi secara seksual dan ekonomi. Disampaikan dari 305 (korban) sudah bisa 17 yang bisa diidentifikasi. Tapi, sekarang nambah dua jadi 19 korban dari 305 anak berdasarkan hasil barang bukti yang ditemukan TKP pada saat itu," kata Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Yusri mengatakan pihaknya sedikit kesulitan mengungkap identitas seluruh korban, mengingat mayoritas merupakan anak di bawah umur yang belum memiliki e-KTP. Namun, dia memastikan pihaknya akan berupaya maksimal untuk tetap mencari dan memberikan pemulihan kepada seluruh anak yang menjadi korban pencabulan FAC tersebut.

Pihak kepolisian juga terus menjalin komunikasi dengan keluarga korban yang telah berhasil diidentifikasi terkait proses pemulihan kondisi psikologis korban tersebut.

"Keluarganya sudah meminta untuk di rumah saja, tapi tetap diawasi oleh Kemensos dan Kementerian PPPA. Sisanya ini masih terus kita cari, karena ini korban, anak-anak kita," papar Yusri.

Sebelumnya, FAC ditangkap polisi usai terbukti melakukan aksi eksploitasi seksual dan ekonomi terhadap 305 anak di bawah umur. Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan para korban dari tersangka banyak yang berasal dari anak-anak jalanan. Dalam melakukan aksinya, FAC menggunakan modus mengaku sebagai fotografer.

"Para korban ini merupakan anak jalanan perempuan yang kemudian mereka dibujuk dengan memberikan sesuatu imbalan uang. Mereka didandani makeup sehingga terlihat menarik. Kemudian mereka akan dijadikan fotomodel dan mereka akan disetubuhi," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/7).

Namun pada Kamis (9/7) malam, FAC diduga melakukan upaya bunuh diri. Dia mengikat lehernya dengan kabel yang ada di dalam sel Polda Metro Jaya.

FAC sempat dilarikan ke Bidan Dokkes Polda Metro Jaya dan dirujuk ke RS Polri. Tiga hari kemudian atau tepatnya Minggu (12/7) malam, FAC meninggal dunia.

(mei/mei)