Tak Pakai Masker, Warga Jayapura Disanksi Pakai Rompi 'Orang Kepala Batu'

Wilpret Siagian - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 18:50 WIB
Warga Jayapura tak bermasker disanksi dengan dipakaikan rompi orang kepala batu (OKB) (dok. Istimewa)
Foto: Warga Jayapura tak bermasker disanksi dengan dipakaikan rompi orang kepala batu (OKB) (dok. Istimewa)
Jayapura -

Angka kasus positif COVID-19 di Kota Jayapura, Papua, masih terus meningkat. Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano akan menjadikan peraturan wali kota (perwal) tentang penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi peraturan daerah (perda) Kota Jayapura.

"Sebagaimana diharapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pemerintah membuat perda, maka kami akan menjadikan perwal menjadi perda," ujar Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, kepada detikcom di Jayapura, Senin (13/7/2020).

Mano menjelaskan, sejak merebaknya virus Corona di Kota Jayapura, pihaknya sudah membuat dan menerapkan perwal di masyarakat. Namun agar penerapan sanksi lebih kuat, aturan akan ditingkatkan menjadi perda.

"Sejak kami terbitkan Perwal No 9 Tahun 2020, sudah beberapa warga yang ditindak, karena kedapatan tidak memakai masker. Mereka kita sebut OKP (orang keras kepala), sanksinya kita berikan rompi bertuliskan OKP dan disuruh membersihkan jalan," ujar Tomi Mano.

Tomi mengatakan pihaknya sangat mendukung arahan Mendagri Tito Karnavian agar segera ada perda di Papua agar masyarakat lebih tertib melaksanakan protokol kesehatan seperti menggunakan masker mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Di tempat terpisah, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, mengatakan pihaknya belum berpikir untuk membuat Perda tentang COVID-19. Menurutnya, Kabupaten Jayapura bisa secara cepat mengatasi penyebaran COVID-19 di wilayahnya, sehingga jumlah kasus terus menurun.

"Nanti kita lihat dulu, ini kan baru wacana yang disampaikan Mendagri, memang DPRD juga pernah mewacanakan itu, tapi kami melihat belum perlu saat ini," kata Mathius.

Namun jika jumlah kasus COVID-19 terus bertambah, maka pihaknya akan membuat Perda. "Saat ini belum perlu, tetapi kalau jumlah kasus bertambah, Kita akan membuat perda," tambahnya.

Dia mengatakan, sangat mengapresiasi semangat kerja Satgas COVID Kabupaten Jayapura dalam penanganan COVID-19 sehingga jumlah kasus bisa terus menurun.

(jbr/jbr)