Ortu Siswa Dukung Pemkot Bekasi Izinkan Sekolah Buka Asal Penuhi Protokol

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 16:18 WIB
Tahun Ajaran Baru 2020/2021 dimulai hari ini. Siswa-siswi di SMA Negeri 2 Kota Bekasi, Jawa Barat pun mengikuti apel Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2020/2021.
Foto: SMAN 2 Kota Bekasi Mulai Tahun Ajaran Baru dengan Protokol Kesehatan. (Agung Pambudhy/detikcom).
Jakarta -

Pemkot Bekasi mengizinkan sekolah membuka kegiatan belajar-mengajar (KBM) tatap muka pada tahun ajaran 2020-2021 asal memenuhi standar protokol kesehatan COVID-19. Beberapa Orang tua (ortu) murid di SMAN 2 Bekasi mendukung sekolah di wilayah zona hijau dibuka asal protokol kesehatan dijalankan dengan ketat.

Salah satu ortu murid, Nia (35), hari ini mengambilkan seragam sekolah anaknya di SMAN 2 Bekasi. Pagi tadi anaknya sudah mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) secara daring meski pihak sekolah juga mengadakan seremonial MPLS di sekolah.

"Kebetulan anak saya MPLS-nya di rumah, kebetulan kan pembagiannya ada beberapa anak yang ke sekolah dan yang tidak. Kebetulan anak saya yang daring di rumah," kata Nia di SMAN 2 Bekasi, Jalan Tangkuban Perahu, Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, Senin (13/7/2020).

Ortu Siswa SMAN 2 BekasiOrtu Siswa SMAN 2 Bekasi. (Luqman Arun/detikcom).

Nia menyebut anaknya antusias mengikuti MPLS meski dalam situasi pandemi virus Corona. Dia mengatakan akan mengizinkan anaknya mengikuti KBM tatap muka jika sekolah telah memenuhi protokol kesehatan.

"Kalau saya kalau memang di sekolah sudah ada fasilitas yang memadahi protokol kesehatannya, cuci tangan, per kelas pembagiannya sudah efektif maka saya mengizinkan anak saya untuk sekolah karena bagaimana pun juga seorang guru tidak akan bisa digantikan dengan teknologi," ujar Nia.

Senada dengan Nia, Yuli (41) warga Kranji juga mengaku tidak masalah KBM tatap muka kembali berjalan di sekolah apabila kondisi sudah kondusif.

"Mungkin nanti kalau efisien atau sudah agak menurun nggak apa-apa sih, yang penting untuk protokolnya sih yang dijalankan," kata Yuli.

Yuli menekankan soal penerapan protokol kesehatan di sekolah nantinya saat KBM tatap muka, salah satunya pengaturan ruang kelas. Apalagi, dia menyebut virus Corona kabarnya sudah bisa menular lewat udara.

"Mungkin sesuai prosedur ya apalagi sekarang Corona itu lewat udara, jadi mungkin satu kelas dibagi beberapa dengan protokol yang sudah sesuai pemerintah," ujar Yuli.

Ortu Siswa SMAN 2 BekasiOrtu Siswa SMAN 2 Bekasi. (Luqman Arun/detikcom).

Seperti diketahui, Pemkot Bekasi telah mengizinkan KBM dilakukan di sekolah jika standar protokol kesehatannya terpenuhi. Tahun ajaran 2020-2021 dimulai hari ini pada 13 Juli 2020.

"Jadi, kita lihat dulu persyaratan protokol kesehatan, kan tahun ajaran baru 2020. Tapi itu, menurut Pak Wali, kan harus dicek protokol kesehatannya, minimal memenuhi standar (protokol kesehatan)," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah saat dimintai konfirmasi, Kamis (9/7).

Diberitakan sebelumnya, pemerintah mulai membahas kemungkinan sekolah di zona kuning dibuka kembali. Pembahasan ini dilakukan setelah ada permintaan masyarakat.

"Gugus Tugas hanya merekomendasikan untuk sekolah itu di zona hijau. Kami sedang memikirkan permintaan sejumlah masyarakat agar zona kuning pun diizinkan untuk sekolah," ungkap Ketua Gugus Tugas Doni Monardo, Senin (13/7).

Menurut Doni, Gugus Tugas akan membahas hal ini dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ada sejumlah ketentuan yang digodok, salah satunya soal kapasitas siswa di dalam kelas.

"Kalau ini disetujui, maksimal setiap pelajar hanya dua kali mengikuti kegiatan, kemudian persentase pelajar yang ada di ruangan tidak boleh lebih dari 30 persen atau 25 persen," ucapnya.

Saat ini ada 4 sekolah permodelan KBM tatap muka di Kota Bekasi. Empat sekolah itu adalah SMP 2 Bekasi, Sekolah Victory Plus Kemang Pratama, SD Islam Al-Azhar 6 Jakapermai, dan SD Negeri 6 Pekayon Jaya.

(elz/ear)