Gugus Tugas: Yang Tak Enak Badan, Lapor ke Pimpinan Agar Tak Jadi Carrier

Tim Detikcom - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 12:20 WIB
Surabaya - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pusat akan membantu penanganan kasus Corona di Jatim. Khususnya di 7 wilayah yang masuk zona merah.
Foto: Letjen Doni Monardo. (Dok Faiq Azmi).
Jakarta -

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen Doni Monardo berbicara soal adaptasi kebiasaan baru terkait pegawai yang harus bekerja ke lapangan. Ia mengimbau setiap pegawai yang sedang merasa tidak enak badan untuk melapor ke pimpinan untuk menghindari menjadi carrier atau pembawa virus Corona.

Awalnya Doni berbicara mengenai pengendalian perjalanan. Ia menyebut sudah banyak pakar epidemiologi yang menyarankan agar siapa saja yang melakukan perjalanan untuk menjalani rapid test.

"Kita dalam kondisi seperti ini, bisa saja di antara kita dengan mudah terpapar. Kalau tidak hati-hati menjaga jarak, ini berisiko," ungkap Doni dalam konferensi pers usai rapat bersama Presiden Joko Widodo, seperti disiarkan dalam tayangan langsung di akun Yotube Satpres, Senin (13/7/2020).

Kemudian Doni mengimbau setiap pegawai yang merasa tak enak badan agar melaporkan diri ke pimpinannya. Ini untuk menghindari penyebaran virus Corona.

"Termasuk juga di antara kita yang merasa badannya tidak fit, tidak sehat, demam atau batuk atau pilek, sebaiknya jangan berdiam diri. Segera melapor ke pimpinan untuk tidak melakukan aktivitas di luar sehingga ketika kita berpotensi sebagai carrier atau pembawa virus, ini tidak menimbulkan masalah bagi teman-teman yang lain," sebut Doni.

Selain itu, Doni pun berbicara mengenai kasus Corona pada klaster Secapa TNI AD. Soal imbauan setiap prajurit TNI melakukan tes Corona, ia mengembalikannya ke jajaran TNI.

"Terkait untuk TNI harus tes semua, kita kembalikan ke pimpinan di jajaran TNI. Kalau memang memiliki dukungan yang cukup, memang sebaiknya dilakukan tes," sebut Kepala BNPB ini.

"Terutama di tempat-tempat pendidikan yang kemarin sudah kita dapatkan keterangan, keterbukaan dari pimpinan TNI, pimpinan Angkatan Darat (AD), dan sekolah Secapa, termasuk Pusdik POM yang sudah mau mengatakan peserta didiknya mengalami kenaikan kasus positif," sambung Doni.

Seperti diketahui, Secapa TNI AD di Bandung menjadi klaster Corona. Dari 1.280 orang yang positif, sebanyak 98 orang di antaranya dinyatakan sudah sembuh.

Kadispen TNI AD Brigjen Nefra Firdaus menjelaskan, sesuai protokol telah dilakukan swab ke-2 kepada sebagian dari 1.280 orang di Secapa AD yang berstatus positif COVID-19 dari hasil swab ke-1 tujuh hari sebelumnya. Hasil lab PCR dari swab ke-2 sampai pagi ini, ada 98 orang dinyatakan negatif.

"Hasil Lab PCR dari swab ke-2 sampai dengan pagi ini Senin 13 Juli, ada 98 pasien yang dinyatakan negatif. Jadi total pasien POSITIF COVID-19 di Secapa AD pada pagi ini tinggal 1.182 orang," ucap Nefra, hari ini.

Nefra menambahkan, terkait 101 pasien positif di Pusdik POM hingga kini belum dilakukan swab ke-2. Swab ke-2 baru bisa dilakukan satu minggu setelah swab pertama.

(elz/fjp)