Mengenal Para Pesohor Hukum yang Lulus Tes Tertulis Calon Pimpinan KY

Andi Saputra - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 11:05 WIB
Gedung Komisi Yudisial (KY)
Gedung Komisi Yudisial (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pansel Komisi Yudisial (KY) meluluskan 55 nama dari 107 kandidat calon pimpinan KY dari tes tertulis. Mereka kini harus menghadapi ujian penelusuran rekam jejak guna nantinya menjadi 7 orang pengawal marwah hakim Indonesia. Siapa saja mereka?

Berdasarkan catatan detikcom, Senin (13/7/2020), ada sejumlah pesohor hukum dari 55 nama tersebut. Berikut di antaranya:

1. Hakim Binsar Gultom

Binsar saat ini adalah hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi (PT) Banten. Nama Binsar Gultom menyedot perhatian masyarakat saat menjadi anggota majelis mengadili Jessica Kumala Wongso. Dalam buku 'Pandangan Kritis Seorang Hakim', ia menulis bila KY harus membuat database bagi calon hakim agung di seluruh satuan kerja MA di daerah. Hal ini diperlukan guna menjaring kader-kader hakim agung yang potensial dan profesional dengan rekam jejak yang bagus. Selain itu, KY juga harus memaknai menjaga dan kehormatan hakim sebagai tindakan preventif dan represif. Preventif contohnya memberikan teguran ketika mengetahui ada hakim yang karaoke tidak bersama keluarga atau main golf bersama pengacara.

2. Mantan Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai

Abdul Haris adalah Ketua LPSK 2009-2018. Kini ia sehari-hari sebagai pengacara. Sebagai pengacara, Abdul Haris dibesarkan lewat pergolakan konflik hukum. Ia juga aktif di gerakan HAM.

3. Pimpinan Ombudsman RI/Guru Besar UI, Prof Adrianus Meliala

Selain menjadi guru besar kriminologi dari UI, Adrianus kini juga menjadi anggota Ombudsman. Sebelumnya, ia juga menjadi anggota Kompolnas. Pendidikan tingginya semua bergulat di bidang ilmu kriminologi. S1 dari FISIP UI pada 1990. Untuk S2, selain dari Fakultas Psikologi UI, juga didapatnya dari Legal and Criminological, Manchester Metropolitan University, Inggris. Sedangkan doktor kriminologi didapatnya dari University of Queensland Australia pada 2004. Dua tahun setelahnya, ia dikukuhkan menjadi guru besar UI.

4. Ketua Ombudsman RI, Prof Amzulian Rifai

Amzulian adalah guru besar Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang. Saat ini ia menjadi Ketua Ombudsman. Amzulian Rifai meraih SH dari Unsri pada 1988 dan melanjutkan Magister Hukum di Melbourne University, Australia pada 1995. Pendidikan PhD ia raih pada 2002 dari Monash University, Australia. Pada 2005, ia dikukuhkan menjadi Profesor Hukum Tata Negara dari Unsri.

5. Mantan komisioner KPPU, Anna Maria Tri Anggraini

Sehari-hari, Anna mengajar di kampus Universitas Trisakti, Jakarta. Ia pernah mengawal persaingan usaha di Indonesia dengan duduk sebagai anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) 2006-2011. Salah satu kasus besar yang ia tanganani kasus fuel surcharge maskapai penerbangan di Indonesia. Setelah itu ia pernah mendaftar seleksi calon hakim agung tapi tidak lolos. Saat ini ia adalah komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN).

Selanjutnya
Halaman
1 2