Pengamanan SBY Diperketat
No More Member Face
Jumat, 30 Des 2005 07:13 WIB
Jakarta - Pengamanan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarga tidak hanya diperketat saat beraktifitas di luar kompleks Istana Kepresidenan. Pengetatan pengamanan juga berlakud di kediaman resmi di Istana Merdeka dan kediaman pribadi di Cikeas.Kian ketatnya pengamanan di lingkungan Istana mungkin tidak terlalu terasa. Tapi bila kita memperhatikan baik-baik, ada sedikit perubahan yang membuat perbedaan besar. Di beberapa titik yang sebelumnya cukup diawasi oleh petugas keamanan sekretariat kepresidenan, seperti tempat parkir kendaraan bermotor dan sejumlah pintu masuk sekeliling pagar Istana, kini dijaga lebih ketat.Memang pengamanan bukan dilakukan oleh pasukan anti teror bersenjata lengkap layaknya upacara kenegaraan peringatan HUT RI, tapi seorang anggota Paspampres berseragam sipil. Sementara anggota Paspampres di pos-pos yang sudah ada, jugamem perketat pelaksanakan prosedur masing-masing.Di pos registrasi tamu (ruang kaca) misalnya, mereka akan lebih seksama memeriksa kartu identitas tamu. Termasuk kartu tanda pengenal pegawai Sekretariat Presiden dan wartawan yang nota bene setiap hari wira-wiri ke sana.Sebenarnya para anggota Paspampres ini sudah sangat hafal wajah-wajah wartawan di Istana yang memang dia lagi, dia lagi orangnya. Maka mereka tidak mempermasalahkan Press ID yang terpasang terbalik atau tidak lupa dikenakan oleh yang bersangkutan.Hal yang berlaku saat meliput kegiatan Presiden di luar Istana. Meski yang lain dilarang memasuki tempat acara karena bukan undangan resmi atau ruangannya sudah penuh sesak, kami tetap dapat prioritas masuk tanpa repot mengacung-acungkan Press ID resmi kepresidenan.Kemudahan ini karena Paspampres sudah akrab dengan wajah kami. Kami para wartawan, menyebut dengan istilah member face, ID face.Sekarang, agak berubah. Tanpa undangan resmi, jangan harap diijinkan memasuki ruangan acara. Seperti saat kami akan meliput Presiden SBY dalam acara peringatan Natal nasional 27 Desember lalu di gedung Jakarta Convention Centre dan pemutaran perdana film "Serambi" di Plasa Indonesia, sehari sesudahnya.Demikian pula bila ID Card kami tergantung terbalik sehingga yang terlihat bukan id card resmi istana kepresidenan. Kendati sudah hafal wajah, Paspampres akan menegur. "ID lu dibalik dong biar keliatan," tegur mereka sambil sedikit berbasa-basi.Ketat di CikeasMakin ketatnya pengamanan Paspampres lebih terasa di kediaman pribadi keluarga SBY di Cikeas., Kab. Bogor. Meski tidak ada penambahan personil, tiga buah panser disiagakan di sana.Satu buah panser diparkir persis di depan rumah SBY, sedangkan dua lainnya masing-masing di gerbang masuk pintu depan dan belakang Kompleks Puri Cikeas Indah. Memang mobilitas kendaraan lapis baja itu menjadi kurang lincah di tempat yang tidak seberapa luas itu. Tapi itulah prosedur tetap (protap) pngamanan Kepala Negara."Pas Bapak (SBY) lagi di Aceh (26/12/2005), kita naro panser di sini," kata seorang anggota Paspampres yang berjaga di Cikeas pada detikcom.Secara pribadi SBY sebenarnya kurang sreg dengan penjagaan yang sesangar itu karena akan membuatnya terkesan tidak membaur dengan masyarakat. Hal itu pernah ia sampaikan di minggu-minggu awal diumumkan sebagai Pasangan Presiden/Wapres terpilih dalam Pilpres 2004.Namun dengan adanya peringatan dari BIN tentang ancaman keselamatan, SBY tidak punya pilihan lain. Demi keamanan, ia diminta mengurangi kebiasaannya berjabat tangan di tengah kerumunan warga dan menurunkan kaca jendela untuk membalas lambaian tangan warga yang berbaris di pinggir jalan saat rombongannya melintas.Sampai kapan 'prosesi' simpatik itu dihentikan? "Sampai ada informasi intelijen, bahwa kondisi sudah kembali normal. Mohon masyarakat memakluminya," kata Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng.
(gtp/)











































