BIN & Polri Diminta Tidak Umbar Pernyataan yang Meresahkan

BIN & Polri Diminta Tidak Umbar Pernyataan yang Meresahkan

- detikNews
Jumat, 30 Des 2005 05:25 WIB
Solo - Wakil Ketua DPR RI Zaenal Ma'arif mengimbau BIN dan Polri lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi yang dapat menimbulkan keresahan publik. Selain itu perlu diatur siapa yang berwenang mengeluarkan pernyataan krusial seperti informasi rencana penculikan pejabat tinggi negara.Menurutnya Zaenal seharusnya BIN meniru pola kerja masa-masa sebelumnya yang lebih memilih bekerja dengan silent. Sedangkan polisi cukup dengan meningkatkan kewaspadaan begitu mendapat informasi ada rencana aksi yang membahayakan, seperti informasi rencana penculikan pejabat tinggi negara itu."Silakan meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan tapi tidak perlu berlebihan karena sudah ada ukuran sesuai prosedurnya. Selain itu pengamanan pejabat tinggi di Indonesia seperti Presiden, Wakil Presiden, Panglima TNI, Kapolri dan lain-lain sudah sangat memadai," kata Zaenal menjawab detikcom saat berada di Solo, Kamis (29/12/2005).Menurutnya pernyataan terbuka yang dilakukan oleh Kepala BIN, Kapolri hingga Jubir Kepresidenan tentang adanya informasi rencana penculikan itu telah menimbulkan persoalan baru dengan timbulnya keresahan di tingkat bawah. Dalam kondisi masyarakat yang belum sepenuhnya merasa aman, datangnya informasi seperti itu akan semakin menimbulkan kekhawatiran.Pernyataan Jubir Kepresidenan Andi A Mallarangeng bahwa informasi tersebut disampaikan terbuka kepada publik untuk menimbulkan efek deteren kepada pihak yang merencanakan penculikan, dinilai Zaenal sebagai langkah kontraproduktif karena bisa ditempuh dengan cara lain tanpa mengganggu kepentingan besar lainnya."Ketidaktenangan selama tahun 2005 telah berdampak pada kinerja tidak bagus. Ditambah pernyataan meresahkan seperti itu akan menimbulkan kekhawatiran yang pasti akan menghasilkan progress tidak bagus pula. Ini akan mengganggu kepercayaan investasi dan ketenangan warga negara," paparnya."Padahal kalaupun memang ada ancaman, tidak sedahsyat yang digambar dalam informasi yang dimunculkan itu. Antisipasinya masih bisa dilakukan dengan cara lain yang lebih efektif daripada melibatkan seluruh rakyat untuk memikirkannya. Misalnya polisi lebih meningkatkan kinerjanya di bidang Bimas," lanjutnya.Informasi Satu PintuZaenal mengimbau BIN perlu mengkaji lagi efektivitas dalam membuat sebuah pernyataan. Menurutnya lebih baik BIN menyampaikan saja informasi seperti itu dalam Rakor Bidang Polkam dan disampaikan oleh salah satu saja pejabat yang ditunjuk, daripada disampaikan sendiri oleh pejabat BIN."Harus diatur dengan rapi siapa pejabat berwenang yang ditunjuk memberikan informasi krusial yang terbuka seperti itu. Jangan semua membuat pernyataan yang bisa membingungkan rakyat. Biar di DPR sajalah yang berbeda-beda pendapatnya, tetapi yang di birokrasi harus tetap satu. Yang di DPR kan memang kerjanya untuk saling berargumen," ujar Zaenal.Lebih lanjut Zaenal mengaku tidak mengkhawatirkan keselamatannya meskipun ada informasi ancaman keamanan pribadi pejabat negara. "Saya tidak khawatir sedikitpun. Musuh saya kan sudah jelas orang dalam rumah," ujarnya berseloroh mengingatkan kasus pencurian uang US$ 13 ribu di rumah dinasnya oleh pembantu rumah tangganya dua pekan lalu. (gtp/)


Berita Terkait