RI Hanya Dapat 1 Kavling untuk Pelayanan Jamaah di Arafah

RI Hanya Dapat 1 Kavling untuk Pelayanan Jamaah di Arafah

- detikNews
Jumat, 30 Des 2005 01:00 WIB
Madinah - Pemerintah Republik Indonesia (RI) hanya mendapat satu kavling sebagai tempat pelayanan jamaah haji Indonesia di Arafaf-Mina (Armina). Di tempat inila para petugas haji akan berkemah. Pemerintah masih melobi pemerintah Arab Saudi agar diberi satu kavling tambahan.Dilaporkan wartawan detikcom yang sedang meliput pelaksanaan ibadah haji, Arifin Asydhad,kavling di Arafah yang sudah didapatkan RI itu adalah kavling 77. Kavling ini nanti juga akan digunakan untuk perwakilan RI di Arafah."Hingga saat ini kami tengah mengupayakan penambahan satu kavling lagi di Arafah untuk mendukung kegiatan operasional pelayanan," kata Zainal Abidin Supi, Kepala Daker Madinah di kantor Daker Makkah, Kamis (29/12/2005), seperti dikutip Media Center Haji (MCH).Hal yang sama juga disampaikan Kepala Satuan Operasi Armina, Muhammad Sukiman Azmy. "Mudahh-mudahan bisa dapat. Kalau pun nanti tidak berhasil ya kita tetap menggunakan satu kavling itu dengan catatan ada berbagai upaya untuk memaksimalkan jumlah anggota yangada dalam kemah," ungkap dia.Sukiman Azmy memisalkan, dengan kapasitas kemah sebanyak 2.500, nantinya akan dibagi-bagi lagi antara lain bagi VIP, masjid, pelayanan rumah sakit, dan sebagainya. Ini berarti ruang yang diperuntukkan bagi jamaah dan petugas bakal tidak mencukupi.Oleh karenanya, ada satu jalan keluar. Pada saatnya nanti, jelasnya, petugas dari Makkah dan Madinah akan masuk ke kemah Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah kira-kira pukul 10.00 waktu setempat sehingga mereka bisa berada setengah hari di sana untuk kemudian pada Maghrib berangkat ke Mina lewat Muzdalifah."Kalau jamaah yang lain kan pada malam hari tanggal 8 Zulhijjah sudah berada di sana. Jadi ini adalah untuk menyiasati tempat yang agak terbatas bagi petugas," ungkapnya.Sementara itu, suhu di Makkah, Arab Saudi, Kamis (29/12/2005) siang tampak meningkat dibanding biasanya. Sinar Matahari juga terasa menyengat. Informasi yang didapatkan detikcom, saat dzuhur, temperature board di pintu Babus Salam tertulis 31 Derajat Celcius. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini