Ketua KPK Ingatkan Insan Koperasi Tak Manfaatkan Situasi untuk Korupsi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 20:35 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri (M Zhacky K/detikcom)
Foto: Ketua KPK Firli Bahuri (M Zhacky K/detikcom)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri mengucapkan selamat Hari Koperasi Nasional ke-73 yang jatuh pada 12 Juli 2020. Namun, ia merasa prihatin di peringatan yang ke-73 tak sedikit insan koperasi malah tergoda melakukan korupsi.

"Namun sangat disayangkan, tidak sedikit insan koperasi zaman ini yang kehilangan 'ruh' pejuang koperasi tempo dulu. Mengejar kilau gemerlap fana yang menggoda dengan berbagai cara dan memanfaatkan situasi, seperti melakukan tindak pidana korupsi," kata Firli Bahuri dalam keterangannya, Minggu (12/7/2020).

Firli menyebut memang perilaku korupsi memiliki daya pikat yang luar biasa bagi orang-orang yang putus asa. Sehingga, para calon koruptor berinovasi agar tidak mudah tertangkap.

"Selain memiliki daya pikat kuat bagi setiap jiwa yang penat dengan kejujuran serta kebenaran mulai terasa getir dan kegelapan terlihat indah, korupsi juga dapat menciptakan fantasi, mendorong kreativitas calon-calon koruptor untuk berinovasi, memodifikasi modus-modus baru kejahatan korupsi, agar tidak terungkap apalagi tertangkap saat mereka beraksi," sebutnya.

Firli mengaku KPK telah menyiapkan 3 strategi pendekatan dalam upaya pemberantasan korupsi. Ketiga pendekatan itu ialah pendekatan pendidikan, pencegahan dan penindakan.

"Law enforcement yang dilakukan profesional, akuntabel, berkeadilan, kepastian hukum dan menjunjung tinggi HAM di dalam pendekatan penindakan (law enforcement approach), Insya Allah akan menyadarkan kita semua, seluruh anak bangsa khususnya insan koperasi untuk tidak berpikir, coba-coba apalagi berani mengikuti jejak para koruptor di negeri ini," sebut Firli.

Sebab, Firli mengatakan para pejuang koperasi nasional temp dulu membentuk koperasi bertujuan membantu sekaligus memajukan perekonomian rakyat, bangsa, dan negara. Karena itu, ia berharap di peringatan Hari Koperasi Nasional ke-73 jadi pelecut kebangkitan koperasi sehingga tak hanya jadi 'penggembira' dalam perekonomian nasional.

"Mari, kita jadikan peringatan Hari Koperasi Nasional sebagai momentum pelecut kebangkitan koperasi, sekaligus mengembalikan marwah koperasi sebagai Soko Guru Ekonomi Indonesia, yang sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa, untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia serta memajukan ekonomi dan kesejahteraan umum serta mencerdaskan kehidupan bangsa," ucap Firli.

"Selamat memperingati Hari Koperasi Nasional ke-73, Salam Koperasi Anti Korupsi," pungkasnya.

(ibh/zak)