KIARA: Ada Isu Agama Dimainkan Anies dalam Proyek Reklamasi Ancol

Arief Ikhsanudin - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 19:57 WIB
Peletakan batu pertama pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW telah dilakukan. Museum itu dibangun di kawasan Ancol, Jakarta.
Lokasi pembangunan Museum Nabi di Ancol (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mengomentari rencana pembangunan masjid dan Museum Sejarah Nabi Muhammad di lahan reklamasi Ancol, Jakarta Utara. KIARA menyebut ada politisasi agama untuk legitimasi proyek tersebut.

Sekretaris Jenderal KIARA Susan Herawati membandingkan tindakan itu dengan reklamasi Pantai Losari di Makassar, Sulawesi Selatan. Susan menyebut hal ini hanya untuk mencari simpati.

"Ada isu agama yang dimainkan oleh Anies dalam proyek reklamasi Ancol. Hal ini dilakukan untuk membungkam kritik dan protes dari masyarakat. Pengalaman di Pantai Losari, masjid yang dibangun di tengah-tengah pulau reklamasi gagal total. Masjid itu tak jadi apa-apa sekarang. Adalah sangat bahaya jika agama jadikan alat legitimasi untuk proyek reklamasi," ucapnya.

Selain itu, Susan menegaskan, secara legal, Kepgub No 237 Tahun 2020 tidak memiliki payung hukum. "Bahkan, jika dilihat dari perspektif hukum pesisir dan laut yang merujuk kepada UU No 27 Tahun 2007 juncto UU 1 Tahun 2014, proyek ini tidak sesuai dengan UU yang sangat detail mengatur ruang pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil ini," ucapnya.

Soal klaim proyek tersebut dapat mencegah banjir, KIARA meragukannya. "Jakarta bisa bebas banjir bukan dengan proyek reklamasi, tetapi dengan menyetop pembangunan gedung-gedung tinggi yang mengekstraksi air tanah. Ini kecacatan ketiga," katanya.

Tonton video 'Anies: Perluasan Kawasan Ancol Pakai Hasil Kerukan Sedimentasi Waduk':

Selanjutnya
Halaman
1 2