Pemuda yang Ditangkap Densus 88 di Sukoharjo Meninggal, Polisi: Dia Melawan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 14:31 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono (Rahel-detikcom)
Brigjen Argo Yuwono (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Seorang pemuda yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Sukoharjo, Jawa Tengah, meninggal dunia di RSUP dr Kariadi, Semarang. Polisi menyebut pemuda berinisial MJI (22) atau Ikhsan (IA) itu melawan pakai sajam saat ditangkap.

"Saat akan dilakukan penangkapan, tersangka IA melawan dengan menggunakan senjata tajam sehingga dilakukan penindakan terarah dan terukur," ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Minggu (12/7/2020).

Argo menyebut MJI merupakan terduga teroris, yang ditangkap pada Jumat (10/7) pada 13.30 WIB. Dia sempat dirawat di RS Bhayangkara dan RSUP dr Kariadi, Semarang.

"IA meninggal dunia Sabtu 11 Juli 2020 sekira pukul 17.20 WIB," tuturnya.

Berdasarkan pengembangan penyidikan Densus 88, MJI memiliki kaitan dengan Karyono Widodo, penyerang Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni di Tawangmangu, Minggu, 21 Juni 2020.

"Membahayakan petugas, sehingga diambil tindakan," lanjutnya.

Argo menyebut, selain MJI, rentetan tersangka kasus penyerangan itu juga ada seorang perempuan berinisial IS, warga Semarang Utara, Kota Semarang. Kemudian ada dua orang lainnya, Y dan W, warga Boyolali. Y seorang pedagang ikan, sementara W sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek online.

Argo mengatakan kelompok ini berafiliasi dengan ISIS, yang juga berencana meledakkan markas polisi di Lampung. Saat ini Y, IS, dan W ditahan untuk pengembangan penyidikan selanjutnya.

Mereka dijerat Pasal 15 juncto 6 dan 15 juncto 7 Undang-Undang No 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU No 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perppu No 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi Undang-Undang.

Tonton video 'Seorang Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Surabaya':

(idn/gbr)