Diminta Tangkap Buron Lain Usai Maria Lumowa, Ini Tanggapan Menkum HAM

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 14:26 WIB
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly, mengatakan ada dua draf omnibus law yang akan diserahkan ke DPR.
Yasonna Laoly (Mochamad Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Keberhasilan pemerintah menangkap Maria Pauline Lumowa setelah diekstradisi dari Serbia menuai berbagai tanggapan. Sejumlah pihak mengapresiasi hingga meminta agar segera menangkap buron lain dan tak larut dalam keberhasilan ini.

Dorongan agar pemerintah segera menangkap buron lain itu datang dari pimpinan DPR RI, partai politik, hingga Indonesia Corruption Watch (ICW). Buron yang dimaksud adalah tersangka kasus suap anggota pergantian antarwaktu (PAW) DPR RI Harun Masiku dan kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra.

Menanggapi hal itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebut Menko Polhukam Mahfud Md telah mengundang rapat jajarannya bersama, Kapolri Jenderal Idham Azis serta Jaksa Agung ST Burhanuddin. Rapat khusus itu membahas langkah-langkah rencana penangkapan Djoko Tjandra.

"Sudah ada rapat khusus yang dipimpin Pak Menko Polhukam tentang ini," kata Yasonna kepada wartawan, Minggu (12/7/2020).

Sedangkan untuk kasus Harun Masiku, Yasonna mengaku itu bukan kewenangan dirinya. "Kalau Harun Masiku, itu bukan kewenangan saya, tetapi kewenangan KPK," katanya.

Tonton video 'Jejak Maria Lumowa: Kabur ke Singapura Berakhir di Serbia':

Selanjutnya
Halaman
1 2