Diminta Tangkap Buron Lain Usai Maria Lumowa, Ini Tanggapan Menkum HAM

Farih Maulana Sidik - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 14:26 WIB
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly, mengatakan ada dua draf omnibus law yang akan diserahkan ke DPR.
Yasonna Laoly (Mochamad Zhacky/detikcom)

Seperti diketahui, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) berhasil menangkap Maria Pauline Lumowa setelah diekstradisi dari Serbia. Meski demikian, Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Menkum HAM Yasonna Laoly dan jajarannya tetap bekerja keras memburu puluhan buron lainnya yang masih bebas berkeliaran.

"ICW meminta agar Kemenkum HAM tidak larut dalam glorifikasi atas keberhasilan mengekstradisi tersangka Maria Pauline Lumowa. Sebab, beberapa waktu lalu, potret penegakan hukum yang terkait dengan otoritas Imigrasi banyak menuai persoalan," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana, Sabtu (11/7).

Dorongan agar penegak hukum terus mengejar buron lainnya juga datang dari pimpinan DPR RI. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta aparat penegak hukum terus bekerja mencari buron lain.

"Kalau kita lihat, masalah Ibu Maria ini juga kan lama, tapi akhirnya tertangkap. Kami minta kepada aparat penegak hukum untuk kembali melakukan sinergi, dan kami percaya, dengan upaya yang serius, para buron yang belum ditangkap itu bisa (ditangkap), dengan kerja sama yang baik, bisa dipulangkan atau ditangkap oleh aparat penegak hukum," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/7).

Kendati demikian, Dasco juga mengapresiasi Kemenkum HAM yang telah mengekstradisi Maria. Dasco juga meminta kepolisian dan kejaksaan mendalami kasus pembobolan Bank BNI ini.

Tersangka kasus pembobolan Bank BNI Rp 1,7 triliun pada 2002, Maria Pauline Lumowa, diekstradisi dari Serbia ke Indonesia. Menkum HAM Yasonna Laoly diketahui memimpin tim ekstradisi yang membawa pulang Maria dari Serbia.

Halaman

(fas/knv)