Round-Up

Secapa AD Jadi Klaster Corona, Barak Prajurit-Metode Pelatihan Disorot

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 22:05 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi virus Corona. (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Virus Corona (COVID-19) melonjak di lingkungan TNI. Seribuan lebih anggota TNI di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) di Kota Bandung dan Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Kota Cimahi terpapar COVID-19.

Tercatat, di Secapa disebut ada 1.262 kasus di Secapa AD, 17 orang diisolasi di rumah sakit. Sedangkan sisanya, 1.245 kasus merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sedangkan untuk di Pusdikpom, ada 99 kasus merupakan OTG, yang terdiri dari siswa 74 personel dan organik 25 personel.

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (GTPP Jabar) masih menyelidiki dari sisi epidemologis terkait sumber penularan di dua instansi militer tersebut.

Merebaknya virus Corona di lingkungan TNI AD menyedot perhatian publik dan kalangan DPR. Pakar Epidemiologi UI, Tri Yunis Miko Wahyono, berpendapat pendidikan sejenis asrama dan pesantren rentan terhadap penularan virus corona.

Meski begitu, menurut dia, pendidikan ini tidak dapat dilakukan secara online. Dia menilai penularan juga begitu efektif terjadi, apalagi melihat pola tidur yang dilakukan secara bersama-sama.

"Jadi kuliah saja di semua universitas masih ditunda, karena akan tambah kerumunan. Nah kalau sekolah di pesantren dan asrama nggak bisa ditunda, karena memang kan akan membina disiplin di Secapa AD tuh, nah itu nggak bisa lewat online, maka dia harus masuk," kata Tri, kepada wartawan, pada Jumat (10/7/2020).

"Tapi risikonya bahwa penularan akan terjadi dan mereka harus tahu, kan kalau kamar mereka bisa berempat dan bertiga, bayangkan saja penularannya sangat efektif, tidur, nggak pakai masker," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2