Gubsu Edy Teken Aturan Sekolah di Era New Normal, Pelajar di Kelas Dibatasi

Ahmad Arfah - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 16:43 WIB
Poster
Ilustrasi sekolah di masa Corona (Foto: Edi Wahyono-detikcom)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meneken Surat Edaran nomor 205/GTCOVID-19/VII/2020 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Sumatera Utara. Jumlah pelajar per kelas dibatasi.

Dilihat detikcom, Jumat (10/7/2020), surat edaran tersebut diteken Edy pada 6 Juli 2020. Ada sejumlah poin yang diatur dalam surat edaran tersebut.

"Menindaklanjuti Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 01/KB/ 2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor HK.03.01/Menkes/363/2020 dan Nomor 440-882 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)," demikian tertulis di surat tersebut.

"Satuan pendidikan yang berada di zona kuning, orange, dan merah dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan Belajar Dari Rumah (BDR)," sambung poin pertama.

Dalam surat tersebut, Pemprov Sumut mewajibkan kepala satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pendidikan menengah pada semua zona untuk mengisi daftar periksa pada laman Dapodik Kemendikbud dan EMIS Kemenag. Hal tersebut harus dilakukan untuk menentukan kesiapan satuan pendidikan.

Selain itu, surat ini juga mengatur soal satuan pendidikan di zona hijau bisa melakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap selama masa transisi yang sudah memenuhi semua daftar periksa dan merasa siap. Pembelajaran secara tatap muka di satuan pendidikan pada zona hijau ini dilakukan dengan penentuan prioritas.

"Jenjang pendidikan yang lebih tinggi terlebih dahulu dan mempertimbangkan kemampuan peserta didik untuk menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak (physical distancing)," tulis surat edaran tersebut.

Pembelajaran tatap muka untuk SMA dan SMP sederajat dimulai lebih dulu, disusul tingkat SD sederajat lalu tingkat PAUD. Ada dua fase dalam penerapan pembelajaran tatap muka, yakni masa transisi 2 bulan dan masa tatanan normal baru.

"Setelah masa transisi, apabila daerahnya tetap dikategorikan sebagai daerah zona hijau maka satuan pendidikan masuk dalam masa tatanan normal baru," tulis surat tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2