Waspadai Mikrodroplet, IDI: Yang Sehat dan Sakit Pakai Masker

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 11:50 WIB
Ketua PB IDI 2018-2021 Dr Daeng M Faqih SH, MH.
Foto: Ayunda Septiani
Jakarta -

Virus Corona (COVID-19) dapat menular melalui droplet, pemerintah mengingatkan adanya mikrodroplet yang berukuran kecil dan dapat bertahan melayang di udara cukup lama. Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyarankan agar masyarakat baik yang sehat maupun sakit tetap disiplin memakai masker.

"Semua orang baik yang sehat maupun yang sakit harus pakai masker. Tetap jaga jarak dan hindari kerumunan. Batasi beraktifitas di tempat umum pada hal-hal yang sangat diperlukan," kata Ketua Umum PB IDI Daeng Mohammad Faqih, saat dihubungi detikcom, Jumat (10/7/2020).

IDI mengingatkan pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. IDI mengatakan orang yang positif COVID-19 tidak bisa dibedakan tertular darimana sehingga lebih baik melakukan pencegahan.

"Orang yang positif COVID-19 tidak bisa dibedakan cara penularannya dari mana, apakah dari droplet atau mikrodroplet atau kontaminasi susah dibedakan," ungkapnya.

Untuk itu, IDI mengajak semua pihak untuk mematuhi protokol kesehatan pencegah virus Corona seperti rajin mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Sebab mikrodroplet yang jatuh dan melayang di udara bisa menempel pada benda sekitar, yang masyarakat jika tidak berhati-hati dengan mencuci tangan sebelum memegang area wajah bisa berpotensi tertular.

"Mikrodroplet yang melayang diudara akhirnya juga bisa jatuh juga ke tempat-tempat atau benda-benda sekitar kita," katanya.

Diketahui, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 meminta agar masyarakat yang berada di ruangan tertutup untuk membuka sirkulasi udaranya sehingga terjadi pertukaran udara. IDI mengingatkan pentingnya masyarakat untuk mewaspadai potensi adanya mikrodroplet di tempat-tempat umum.

"Di tempat- tempat khusus yaitu di ruang-ruang tindakan medis. Di tempat umum biasanya terjadi di tempat-tempat banyak orang berkumpul dan beraktivitas, toilet, tempat rapat, tempat makan bersama, tempat belanja yang padat, dll," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, penambahan kasus positif COVID-19 di Tanah Air per Kamis (9/7) bertambah 2.657, sehingga total menjadi 70.736 orang. Pemerintah mengingatkan adanya mikrodroplet berukuran kecil yang dapat bertahan di udara cukup lama.

"Kita tahu bahwa penularan penyakit ini dari droplet orang yang sakit. Dan kita tahu droplet ini ada yang ukuran kecil yang kita sebut mikrodroplet, yang memiliki waktu cukup lama untuk bisa hilang dari lingkungan, terutama pada wilayah yang tertutup dengan ventilasi yang tidak terlalu baik. Maka mikrodroplet ini akan melayang-layang dalam waktu relatif lama," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di akun YouTube BNPB, Kamis (9/7).

Yuri mengingatkan masyarakat untuk memastikan ruangan kerjanya atau ruangan tetap terdapat sirkulasi udara yang baik. Selain itu, pengendara mobil membuka jendela sehingga bisa mengatur sirkulasi udara di mobilnya dengan baik.

"Kemudian sebisa mungkin kalau akses untuk bisa mendapatkan udara segar dari luar bisa dilakukan, lakukan itu. Hal yang serupa juga di kendaraan kita," kata Yuri.

"Oleh karena itu, sempatkan setiap hari di pagi hari untuk membuka semua jendela mobil dan beri kesempatan untuk udara ada di ruangan tergantikan dengan udara baru, yang berasal dari luar dan setelah itu baru kita tutup agar tidak kita berada di satu lingkungan udara yang tidak pernah tergantikan, terjebak di ruang terbatas dengan AC yang tersirkulasi di dalamnya," sambungnya.

Tonton video 'Jangan Lupa Pakai Masker! Antisipasi Mikrodroplet Tularkan Corona':

(yld/dwia)