Jumlah Wisatawan Asing 2005 Anjlok 5,31%
Kamis, 29 Des 2005 15:04 WIB
Jakarta - Tahun 2005 ternyata bukan tahun yang bagus untuk pariwisata Indonesia. Data Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) mencatat jumlah wisatawan asing tahun ini mencapai 5,006 juta orang atau menurun 5,31 persen dari tahun 2004 yang mencapai 5,3 juta orang.Menurut Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik, hal ini berimbas pada devisa yang juga anjlok 5,69 persen dari US$ 4,524 miliar di tahun 2004 menjadi US$ 4,524 miliar pada tahun ini.Jero Wacik menyimpulkan bencana sepanjang tahun, seperti pascatsunami, flu burung, dan bom Bali II, menjadi penghambat kegiatan pariwisata di Indonesia."Hal ini membuat wisatawan asing membatalkan kunjungan mereka berkali-kali," jelas Jero Wacik dalam jumpa pers "Program Kerja 2006 dan Refleksi 2005" di kantor Depbudpar, Jl. Medan Merdeka Barat No. 17, Jakarta, Kamis (29/12/2005).Walaupun demikian, Jero Wacik optimistis target 5,5 juta wisatawan asing, yang berarti peningkatan setengah juta orang untuk tahun 2006 dapat tercapai."Hal ini dapat tercapai jika pada tahun 2006 tidak terjadi gangguan keamanan yang ekstrem," tuturnya.Untuk menarik wisatawan mancanegara, Depbudpar pada tahun 2006 akan menyiapkan promosi melalui iklan, travel mart di luar negeri, dan mengundang pers asing ke Indonesia. Biaya promosi sebesar US$ 10 juta telah disetujui DPR melalui APBN 2006.Jero Wacik juga telah membidik sejumlah acara internasional tahun depan untuk menyedot wisatawan, seperti balap mobil A1 yang diikuti pemesanan 4.500 kamar hotel, Jazz Festival, dan Indonesian Open Golf Tournament pada Maret 2006."Kita tidak bisa mengharapkan APBN sepenuhnya, jadi kita cari akal lewat swasta yang mau bantu," tandasnya.
(fay/)











































