Round-Up

Pilu ABK Tewas Dianiaya di Kapal China

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 08:49 WIB
Kapal berbendera China, Lu Huang Yuan Yu 118, diamankan di perairan Kepri. Ditemukan jasad ABK WNI yang diduga jadi korban kekerasan (dok. TNI AL)
Foto: Kapal berbendera China, Lu Huang Yuan Yu 118, diamankan di perairan Kepri. Ditemukan jasad ABK WNI yang diduga jadi korban kekerasan (dok. TNI AL)
Jakarta -

Kisah pilu dialami oleh seorang ABK Indonesia yang meninggal dunia di kapal berbendera China. ABK itu tewas diduga dianiaya.

Kabar adanya ABK dibunuh di kapal asing itu mencuat sejak Rabu (8/7) kemarin. ABK itu diduga dibunuh di kapal asing di perairan Selat Malaka.

Direskrimum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto, membenarkan adanya informasi ABK Indonesia yang dibunuh. Anggota kepolisian pun langsung menuju kapal yang diduga menjadi lokasi pembunuhan ABK.

Diketahui, ABK Indonesia itu berasal dari Lampung. Kapal asing yang diketahui masih berada di perairan RI itu kemudian dibuntuti. Setelah ditemukan, polisi kemudian menggiring kapal tersebut ke Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt mengatakan, kapal tersebut berlayar dari Argentina menuju Singapura. Dalam perjalanannya, pihak kepolisian mendapatkan informasi adanya WNI meninggal di kapal tersebut.

"Bahwa kapal ini berlayar dari Argentina, karena kita mendapatkan informasi bahwa dalam kapal tersebut ada salah satu warga Indonesia meninggal dunia. Makanya ketika melewati perairan di perbatasan Pulau Nipah, kita lakukan penggiringan untuk masuk dalam perairan Batu Cula (Kepri)," kata Harry, Rabu (8/7/2020).

Polda Kepri telah mengamankan kapal berbendera China yang di dalamnya terdapat ABK WNI meninggal dunia. ABK tersebut telah dievakuasi ke RS Bhayangkara.

Harry menjelaskan, sebelum dilakukan evakuasi dan pemeriksaan, pihaknya lebih dulu melakukan rapid test terhadap awak kapal. Dia mengatakan seluruh awak kapal diharuskan mengikuti rapid test.

Tonton video 'Blak-blakan Kepala BP2MI Tentang Perbudakan ABK Indonesia':

Selanjutnya
Halaman
1 2