Round-Up

Momen Jokowi-Prabowo: Teguran di Rapat hingga Berdua di Lumbung Pangan

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 08:31 WIB
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto berbincang di proyek lumbung pangan di Kalteng
Foto: Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto saat tinjau lumbung pangan nasional. (Laily Rachev-Biro Pers Setpres).
Jakarta -

Dalam beberapa hari terakhir, momen Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjadi perhatian. Mulai dari teguran Jokowi kepada Prabowo saat rapat, hingga meninjau lumbung pangan bersama di Kalimantan Tengah karena Menhan ditunjuk menjadi leading sector.

Momen pertama yang menjadi sorotan adalah saat Jokowi memberi teguran dalam rapat dengan jajaran Kabinet Indonesia Maju. Jokowi meminta kepada seluruh kementerian dan lembaga agar menghentikan anggaran belanja untuk produk dari luar negeri.

Presiden Jokowi minta seluruh belanja diprioritaskan untuk belanja di dalam negeri. Salah satu yang mendapat teguran adalah belanja Kementerian Pertahanan (Kemhan).

"Saya minta semuanya dipercepat, terutama yang anggarannya besar-besar. Ini Kemendikbud ada Rp 70,7 triliun, Kemensos Rp 104,4 triliun, Kemhan Rp 117,9 triliun, Polri Rp 92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp 32,7 triliun," kata Jokowi dilansir dari laman Presiden RI, Rabu (8/7/2020).

Jokowi lalu meminta kepada Kemhan untuk membeli alutsista lewat industri dalam negeri. Ia meyakini Prabowo juga memahami apa yang dimaksudnya.

"Misalnya di Kemhan, bisa saja di DI (Dirgantara Indonesia), beli di Pindad, beli di PAL. Yang bayar di sini ya yang, cash, cash, cash. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), beli produk dalam negeri. Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini," tutur Jokowi.

"Saya kira belanja-belanja yang dulu belanja ke luar, direm dulu. Beli, belanja, yang produk-produk kita. Agar apa? Ekonomi kena trigger, bisa memacu growth kita, pertumbuhan (ekonomi) kita," lanjutnya.

Prabowo belum memberi komentar terkait teguran ini. Meski begitu, Jubir Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak sudah menegaskan prioritas belanja Kemhan ialah produk dalam negeri.

"Sesuai dengan perintah Presiden, Kemhan memang prioritas belanja dalam negeri, dan memang mayoritas belanja Kemhan dibelanjakan di dalam negeri," kata Dahnil saat dimintai tanggapan, Kamis (9/7/2020).

"Dari total kurang-lebih Rp 117 triliun alokasi anggaran Kemhan 2020 digunakan sekitar 55 persennya untuk belanja prajurit TNI dan ASN Kemhan-TNI, 20 persen operasional, perawatan alutsista, dan lain-lain, ditambah saat ini juga fokus back up penanganan COVID-19, kemudian belanja alutsista yang kurang dari 25 persen dari total anggaran juga alokasi belanjanya diprioritaskan belanja dari industri dalam negeri," sambungnya.

Pertimbangan untuk membeli keperluan pertahanan negara di luar negeri baru akan dilakukan bila apa yang dibutuhkan tak tersedia di dalam negeri. Itu pun bentuknya harus ada alih teknologi.

"Nah, bila tidak tersedia dari dalam negeri kita pakai skema join production supaya ada upaya alih teknologi, baru sisanya bila mendesak dan harus segera dan tidak ada substitusinya tentu kita beli dari negara produsen alutsista di luar negeri. Jadi, kalau bicara belanja Kemhan secara agregat, maka 85 persen dibelanjakan di dalam negeri," sebut Dahnil.

Tonton video 'Kebersamaan Jokowi-Prabowo Siapkan Lumbung Pangan, Antisipasi Krisis Pangan':

Selanjutnya
Halaman
1 2