Gugus Tugas Jelaskan Maksud 'Lampu Merah Lagi' Jokowi: Jangan Anggap Enteng!

Andhika Prasetia - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 21:46 WIB
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mendampingi Presiden Jokowi di kantornya.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo saat bersama Presiden Jokowi. (Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Saat menyoroti tambahan kasus virus Corona (COVID-19) di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan peringatan 'lampu merah lagi'. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menjelaskan maksud Jokowi.

"Hati-hati, lebih waspada, tidak boleh anggap enteng, tidak boleh lengah, harus lebih memperhatikan manajemen krisis," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo lewat pesan singkat kepada detikcom, Kamis (9/7/2020).

Apakah dengan peringatan ini ada pembatasan kegiatan kembali? Doni mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di daerah yang memiliki tugas melakukan gas dan rem.

"Iya betul. Rem dan gas yang disampaikan Presiden dikendalikan oleh pengemudinya: kepala Gugus Tugas daerah (provinsi, kabupaten, dan kota)," jelas Doni.

Doni menambahkan, penambahan kasus virus Corona di masa kenormalan baru juga disebabkan oleh pengujian spesimen yang masif. Presiden Jokowi pernah menargetkan 20 ribu spesimen diperiksa tiap harinya.

"Jadi, pertama adalah apakah pemeriksannya semakin banyak. Dan hari ini sudah capai lebih dari 23 ribu diperiksa. Artinya, konsekuensi makin banyak yang diperiksa, otomatis semakin banyak kemungkinan kasus positif. Kemudian jika kita lihat dari kasus secara menyeluruh, angka kematian relatif masih dalam posisi tidak jauh berbeda daripada periode sebelum Lebaran," ujar Doni kepada wartawan di Palangka Raya dalam kesempatan terpisah.

Selanjutnya
Halaman
1 2