Pemerintah Ingatkan soal Mikrodroplet Melayang di Udara Cukup Lama

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 21:26 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Penambahan kasus positif COVID-19 di Tanah Air per hari ini bertambah 2.657, sehingga total menjadi 70.736 orang. Pemerintah mengingatkan adanya mikrodroplet berukuran kecil yang dapat bertahan di udara cukup lama.

"Kita tahu bahwa penularan penyakit ini dari droplet orang yang sakit. Dan kita tahu droplet ini ada yang ukuran kecil yang kita sebut mikrodroplet, yang memiliki waktu cukup lama untuk bisa hilang dari lingkungan, terutama pada wilayah yang tertutup dengan ventilasi yang tidak terlalu baik. Maka mikrodroplet ini akan melayang-layang dalam waktu relatif lama," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di akun YouTube BNPB, Kamis (9/7/2020).

Yuri mengatakan pentingnya disiplin mematuhi protokol pencegahan COVID-19 dengan memakai masker, rutin mencuci tangan, dan menjaga jarak. Hal itu untuk mencegah penularan virus Corona.

"Oleh karena itu, Saudara-saudara, satu, gunakan masker apa pun alasannya. Gunakan masker, karena ini melindungi kita. Yang kedua, menjaga jarak. Jaga jarak yang aman. Kemudian sering dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun," kata Yuri.

Yuri mengingatkan masyarakat untuk memastikan ruangan kerjanya atau ruangan tetap terdapat sirkulasi udara yang baik. Selain itu, pengendara mobil membuka jendela sehingga bisa mengatur sirkulasi udara di mobilnya dengan baik.

"Kemudian sebisa mungkin kalau akses untuk bisa mendapatkan udara segar dari luar bisa dilakukan, lakukan itu. Hal yang serupa juga di kendaraan kita," kata Yuri.

"Oleh karena itu, sempatkan setiap hari di pagi hari untuk membuka semua jendela mobil dan beri kesempatan untuk udara ada di ruangan tergantikan dengan udara baru, yang berasal dari luar dan setelah itu baru kita tutup agar tidak kita berada di satu lingkungan udara yang tidak pernah tergantikan, terjebak di ruang terbatas dengan AC yang tersirkulasi di dalamnya," sambungnya.

Diketahui, hari ini kembali pecah rekor penambahan kasus baru virus Corona (COVID-19), yang didominasi karena klaster dari Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD di Bandung, Jawa Barat. Per 9 Juli 2020, total kasus Corona di Indonesia ada 70.736.

Yuri memerinci penambahan kasus terbanyak datang dari wilayah Jawa Barat. Ada 1.262 kasus positif dari klaster Secapa TNI AD, yang kini mayoritas telah dilakukan karantina wilayah.

Laporan hari ini menyebutkan pemerintah masih melakukan pengawasan terhadap 34.498 orang dalam pemantauan (ODP) dan 13.732 pasien dalam pengawasan (PDP).

"Total sembuh hari ini adalah 1.066 orang, sehingga total sembuh menjadi 32.651 orang. Meninggal 58 orang, sehingga totalnya menjadi 3.417 orang. Telah 457 kabupaten/kota yang terdampak di 34 provinsi," sebut Yuri.

(yld/idn)