Polisi Usut Kasus Keluarga Bawa Paksa Jenazah Pasien COVID-19 di Medan

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 19:47 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Medan -

Polisi mengatakan bakal mengusut kasus keluarga yang membawa paksa jenazah pasien COVID-19 dari RS Madani dan RS Pirngadi, Medan. Polisi mengatakan seharusnya jenazah pasien COVID-19 ditangani secara khusus.

"Berkaitan dengan penanganan kasus, khususnya yang meninggal, kalau ada pengambilan paksa jenazah dan jenazah tersebut dinyatakan positif (Corona), kita kenakan UU Karantina, kita proses. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun," kata Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko di Medan, Kamis (9/7/2020).

Riko menyebutkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Pihaknya masih menunggu laporan hasil pemeriksaan swab dari kedua pasien yang telah meninggal itu.

"Yang di RS Madani, kita, dua-duanya sedang nunggu hasil swab," ujar Riko.

Riko mengatakan keluarga pasien yang meninggal sempat menyampaikan protes ke pihak RS Madani. Dia mengatakan komplain itu disampaikan keluarga karena merasa pasien masuk dengan keluhan gejala tipes.

"Pada saat yang bersangkutan meninggal, pihak rumah sakit sudah melakukan tes rapid dan hasilnya reaktif. Kemudian pihak rumah sakit melakukan tes swab tapi hasilnya belum ada," ucap Riko.

Sebelumnya, beredar video yang menunjukkan sekelompok orang berkumpul di depan salah satu rumah sakit swasta di Jalan AR Hakim, Medan. Ada jenazah yang tampak diperebutkan.

Perdebatan sempat terjadi di depan rumah sakit. Setelah itu, terlihat sekelompok orang diduga keluarga membawa jenazah naik ke kendaraan yang telah menunggu di depan RS.

Selain itu, ada informasi soal jenazah pasien Corona yang meninggal dibawa paksa oleh pihak keluarga dari rumah sakit milik Pemko Medan. Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kota Medan Mardohar membenarkan dua kejadian itu.

"Ada. Mau diambil pun. Polisi saja kewalahan," kata Mardohar saat dimintai konfirmasi soal peristiwa pengambilan paksa jenazah pasien Corona terjadi di RS Madani dan RS Pirngadi Medan.

Dia juga mengatakan kedua jenazah itu merupakan pasien positif Corona. Menurutnya, kedua pasien tersebut positif berdasarkan hasil tes swab.

(haf/haf)