Kuota Internet Mahal, Ini Langkah Kemendikbud Tekan Biaya Kuliah Online

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 17:53 WIB
Online education concept with person using a laptop on a white table
Ilustrasi kuliah online (Foto: Getty Images/iStockphoto/Melpomenem)
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan punya program bantuan dana kepada perguruan tinggi selama menjalankan metode kuliah daring atau online. Kemendikbud meminta dana itu juga digunakan perguruan tinggi untuk memberikan biaya pulsa kepada mahasiswa yang berkuliah online.

"Dari survei yang kita lakukan, biaya yang dikeluarkan mahasiswa itu dari Rp 10 ribu sampai paling besar Rp 400 ribu, data dari 200 ribu mahasiswa lebih. Dalam program kita untuk membantu biaya kuliah bagi mahasiswa, kami sudah berpesan di dalam pemanfaatan dana tersebut, kami minta ke perguruan tinggi yang menerima bantuan dana tersebut sebagian dikembalikan ke mahasiswa dalam bentuk pulsa," kata Plt Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, Nizam, dalam rapat dengan Komisi X, Kamis (9/7/2020).

Nizam tak menyebutkan nominal bantuan yang diberikan Kemendikbud ataupun perguruan tinggi yang menerima bantuan. Selain itu, Nizam mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan penyedia layanan internet agar biaya internet untuk kuliah online bisa ditekan.

"Jadi kami juga koordinasi dengan teman-teman internet provider agar biayanya bisa ditekan dengan cara semacam langganan di tingkat universitas, jadi itu bisa mendapatkan diskon yang cukup besar," ujarnya.

Selain itu, Nizam menyebut Kemendikbud berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk infrastruktur jaringan internet, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia.

"Penguatan infrastruktur, kami berkoordinasi dengan Kominfo serta internet provider untuk menjangkau titik-titik blankspot, di daerah 3T terutama, dan meningkatkan stabilitas koneksi," ungkap Nizam.

Selanjutnya
Halaman
1 2