Pernyataan Lengkap Pemerintah soal Pecah Rekor Lagi Kasus Corona

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 17:32 WIB
Juru bicara penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (dok. BNPB)
Foto: Juru bicara penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (dok. BNPB)
Jakarta -

Hari ini kembali pecah rekor penambahan kasus baru virus Corona (COVID-19), yang didominasi karena klaster dari Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD di Bandung, Jawa Barat. Per 9 Juli 2020, total kasus Corona di Indonesia ada 70.736.

"Hari ini kita mendapatkan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 2.657 orang sehingga akumulasinya sekarang menjadi 70.736 orang," ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di akun YouTube BNPB, Kamis (9/7/2020).

Yuri merinci penambahan kasus terbanyak datang dari wilayah Jawa Barat. Ada 1.262 kasus positif dari klaster Secapa TNI AD, yang kini mayoritas telah dilakukan karantina wilayah.

"Kami memastikan bahwa tidak akan terjadi penularan keluar komplek karena kita menjaga dengan ketat agar betul-betul pelaksanaan karantina kewilayahan bisa dijalankan dengan maksimal," jelas Yuri.

Laporan hari ini menyebutkan pemerintah masih melakukan pengawasan terhadap 34.498 orang dalam pemantauan (ODP) dan 13.732 pasien dalam pengawasan (PDP).

"Total sembuh hari ini adalah 1.066 orang sehingga total sembuh menjadi 32.651 orang. Meninggal 58 orang sehingga totalnya menjadi 3.417 orang. Telah 457 kabupaten/kota yang terdampak di 34 provinsi," sebut Yuri.

Berikut ini pernyataan lengkap pemerintah terkait Corona per 9 Juli 2020:

Saudara-saudara, hari ini saya akan menyampaikan update data terkait dengan bidang kesehatan pada penanganan COVID-19 yang kami himpun dari kemarin pukul 12.00 WIB sampai dengan hari ini dari seluruh tanah air kita.

Hari ini kami melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 23.832 spesimen sehingga total spesimen yang sudah kita periksa adalah 992.069 spesimen. Pada pemeriksaan hari ini kita mendapatkan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 2.657 orang sehingga akumulasinya sekarang menjadi 70.736 orang. Akan saya perinci dari penambahan kasus ini. Pertama kita mendapatkan tambahan yang cukup banyak dari Provinsi Jawa Barat sebanyak 962 kasus dan dilaporkan 27 orang sembuh di Jawa Barat. Kemudian Jawa Timur 517 kasus baru dengan 263 sembuh. DKI Jakarta 284 orang dengan 221 orang sembuh. Kemudian Sulawesi Selatan 130 kasus baru dengan 189 sembuh. Sulawesi Utara 126 kasus baru dengan 27 sembuh. Jawa Tengah 120 kasus baru dengan 30 sembuh. Kalimantan Selatan 108 kasus baru dengan 23 sembuh. Sumatera Utara 108 kasus baru dengan 11 sembuh.

Penambahan yang cukup banyak untuk Provinsi Jawa Barat ini didapatkan dari klaster yang sudah selesai kita lakukan penyelidikan epidemiologi sejak tanggal 29 kemarin berturut-turut, yaitu klaster di Pusat Pendidikan Calon Perwira TNI Angkatan Darat (AD) yang kita dapatkan kasus positif dari klaster ini sebanyak 1.262 orang. Ini terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih yang ada di sana. Dari jumlah 1.262 kasus positif yang kita identifikasi, hanya ada 17 orang yang saat ini kita rawat dan kita lakukan isolasi di Rumah Sakit Dustira Cimahi karena ada keluhan meskipun masih dalam derajat keluhan ringan. Di antaranya yang paling banyak dari 17 orang ini adalah demam, dan beberapa di antaranya mengeluh di pernafasannya, baik batuk maupun agak sesak.

Sementara sisa yang lainnya 1.245 tanpa keluhan apapun dan saat ini semuanya kita karantina di wilayah pendidikan Secapa AD di Bandung. Seluruh komplek Pendidikan Secapa AD di Bandung kita lakukan isolasi, kita lakukan karantina dan kemudian kita larang untuk adanya pergerakan orang, baik masuk ke dalam komplek ataupun masuk ke dalam komplek. Pengawasan ini dilakukan secara ketat oleh unsur dari Kodam III/Siliwangi yang memantau terus menerus sepanjang hari. Sampai dengan hari ini kami dapatkan informasi seluruh peserta yang dipantau yang melaksanakan isolasi dalam keadaan baik.

Oleh karena itu kami memastikan bahwa tidak akan terjadi penularan ke luar komplek karena kita menjaga dengan ketat agar betul-betul pelaksanaan karantina kewilayahan bisa dijalankan secara maksimal, tentunya dengan monitoring yang ketat, yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, Dinkes Kota Bandung, dan dari Kesehatan Kodam III/Siliwangi. Oleh karena itu kami mohon agar masyarakat untuk tenang, tidak perlu panik karena ini sudah ditangani secara profesional sesuai dengan standar internasional. Kita melakukan karantina wilayah, kemudian kita menjamin sepenuhnya bahwa evaluasi terhadap peserta karantina dijalankan dengan maksimal.

Kami juga berharap keluarga para peserta didik yang berasal dari seluruh Indonesia memahami ini, memaklumi ini, dan masih tetap bisa melaksanakan kontak komunikasi menggunakan telepon atau sarana media lain dengan keluarganya yang saat ini sedang kita karantina. Oleh karena itu tidak perlu ada kepanikan, kita menangani secara proper, kita menangani secara profesional dan kita tangani sesuai kriteria internasional tentang karantina wilayah.

Hari ini 19 Provinsi melaporkan kasus di bawah 10 dan ada 4 Provinsi yang melaporkan tidak ada kasus sama sekali. Kasus sembuh cukup banyak. Total sembuh hari ini adalah 1.066 orang sehingga total sembuh menjadi 32.651 orang. Meninggal 58 orang sehingga totalnya menjadi 3.417 orang. Telah 457 kabupaten/kota yang terdampak di 34 provinsi. Kita masih melakukan pemantauan ketat terhadap 34.498 orang ODP dan 13.732 PDP yang tersebar di seluruh provinsi, kabupaten/kota yang terdampak.

Sekali lagi penambahan kasus di luar klaster ini disebabkan karena kurang disiplinnya menggunakan masker. Kita tahu bahwa penularan penyakit ini dari droplet orang yang sakit. Dan kita tahu droplet ini ada yang ukuran kecil yang kita sebut mikro-droplet, yang memiliki waktu cukup lama untuk bisa hilang dari lingkungan, terutama pada wilayah yang tertutup dengan ventilasi yang tidak terlalu baik. Maka mikro-droplet ini akan melayang-layang dalam waktu relatif lama.

Oleh karena itu saudara-saudara, satu gunakan masker, apapun alasannya. Gunakan masker karena ini melindungi kita. Yang kedua, menjaga jarak. Jaga jarak yang aman. Kemudian sering dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Untuk kita yang bekerja pada ruang yang tetap, di ruang kerja di kantor, pastikan bahwa sirkulasi udara, bahwa ventilasi ruang kerja kita setiap hari terganti udaranya. Kemudian sebisa mungkin kalau akses untuk bisa mendapatkan udara segar dari luar bisa dilakukan, lakukan itu. Hal yang serupa juga di kendaraan kita. Oleh karena itu sempatkan setiap hari di pagi hari untuk membuka semua jendela mobil dan beri kesempatan untuk udara ada di ruangan tergantikan dengan udara baru, yang berasal dari luar dan setelah itu baru kita tutup agar tidak kita berada di satu lingkungan udara yang tidak pernah tergantikan terjebak di ruang terbatas dengan AC yang tersirkulasi di dalamnya.

Saudara-saudara, patuhi protokol kesehatan. Ini cara satu-satunya kalau kita ingin terbebas dari kemungkinan penularan COVID-19. Kita harus melakukan ini secara bersama-sama, konsisten, disiplin, kita pasti bisa! Terima kasih, selamat sore.

(elz/dhn)