SBY Didesak Perintahkan Usut Oknum BIN Kasus Munir

SBY Didesak Perintahkan Usut Oknum BIN Kasus Munir

- detikNews
Kamis, 29 Des 2005 13:42 WIB
Jakarta - Desakan untuk menangkap dalang pembunuh aktivis HAM Munir semakin menguat. Senator dan Kongres di AS telah mengumpulkan 100 tanda tangan untuk mendorong pengusutan kasus Munir lebih terbuka.Oleh karena itu, Anggota Komisi I DPR Ade Daud Nasution meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan surat perintah pengusutan terhadap oknum Badan Intelijen Negara (BIN) yang diduga terlibat pembunuhan Munir."Kuncinya di tangan SBY. SBY harus berani perintahkan untuk mengusut keterlibatan BIN. Kalau tidak, kita diembargo lagi," cetus Ade di Gedung DPR/MPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (29/12/2005).Menurutnya, surat dari Senator dan Kongres AS telah dikirim ke Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dua bulan lalu.Karena itu, SBY harus segera menindaklanjuti jika tidak ingin Indonesia dituduh melanggar HAM lagi karena tidak bisa menyelesaikan kasus Munir secara transparan dan adil. Apalagi kasus Munir telah menjadi kasus internasional."Ini yang pimpin Senator Tom Lantos yang sangat berpengaruh, karenanya jangan dianggap enteng," ujar Ade.Ade mengingatkan, dalam fakta persidangan Munir terungkap adanya 41 hubungan telepon antara terpidana Pollycarpus Budihari Priyanto dan mantan Deputi V BIN Muchdi PR. Selain itu, Polly juga memiliki pistol dengan nomor seri BIN."Syamsir Siregar (Kepala BIN) harus mendukung total, kalau terlibat ditindaklanjuti, kalau tidak segera bebaskan. Pelakunya tidak mungkin hanya Polly," tandasnya.Jika BIN tidak mau terbuka, Ade mengancam, DPR akan menolak usulan BIN untuk dapat menangkap orang 7x24 jam atas alasan ancaman terorisme. (fay/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads