Penyelidikan Pungli THR UNJ Dihentikan, Kasus Dilimpahkan ke Kemendikbud

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 15:19 WIB
Polda Metro Jaya Menghentikan Penyelidikan Dugaan Pungli THR di UNJ
Foto: Yogi/detikcom
Jakarta -

Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menghentikan proses penyelidikan dalam kasus dugaan pungli tunjangan hari raya (THR) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) setelah tidak ditemukannya tindak pidana korupsi dalam kasus tersebut. Pihak kepolisian mengungkap kini kasus tersebut dilimpahkan ke Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Kemendikbud.

"Selanjutnya terhadap peristiwa itu penyelidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melimpahkan peristiwa perkara kepada APIP Kemendikbud RI dalam hal ini Inspektorat Kemendikbud RI untuk dilakukan pendalaman selanjutnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2020).

Keputusan penghentian penyelidikan tersebut diambil setelah pihak penyelidik Polda Metro Jaya telah melakukan gelar perkara, rekonstruksi, hingga mengambil keterangan dari total 44 saksi. Yusri juga menyebutkan dua orang dari jumlah total saksi tersebut berstatus saksi ahli.

"Hasil gelar perkara terakhir yang dilakukan untuk mencari konstitusi perkara, dari 44 saksi kita periksa, kita lakukan gelar perkara semuanya dinyatakan bahwa peristiwa itu tidak memenuhi unsur yang ada sehingga dilakukan penghentian penyelidikan dalam rangka kepastian hukum," ungkap Yusri.

Plt Inspektur Jenderal Kemendikbud Chatarina Muliana Girsang mengaku pihaknya siap menerima pelimpahan kasus dugaan pungli tersebut untuk didalami. Dia juga mengapresiasi proses penyelidikan telah dilakukan aparat kepolisian.

"Kami dari Kemendikbud, kami sebagai APIP dari Inspektorat Jenderal Kemendikbud mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirkrimsus Polda dan tim yang berupaya keras menindaklanjuti laporan ini bahwa tidak ditemukan peristiwa pidana dalam perkara ini. Lalu dilimpahkan ke APIP untuk melakukan pendalaman. Perkara ini juga bisa jadi efek jera pembelajaran bagi kita semua," ungkapnya.

Tonton juga 'Tak Temukan Indikasi Korupsi, Polisi Setop Kasus OTT Pejabat UNJ':

[Gambas:Video 20detik]

Seperti diketahui, KPK bersama Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat Universitas Negeri Jakarta terkait pungutan liar (pungli). KPK menduga pihak Rektor UNJ telah melakukan pungli berupa permintaan THR kepada bawahannya melalui Kabag Kepegawaian UNJ, Dwi Achmad Noor.

"Rektor UNJ sekitar tanggal 13 Mei 2020 diduga telah meminta kepada Dekan Fakultas dan Lembaga di UNJ untuk mengumpulkan uang THR masing-masing Rp 5 juta melalui Dwi Achmad Noor (Kabag Kepegawaian UNJ)," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto kepada wartawan, Kamis (21/5).

Karyoto mengatakan, pada 19 Mei 2020, terkumpullah uang Rp 55 juta dari 8 fakultas, 2 lembaga penelitian, dan pascasarjana. Karyoto menyebut sebagian uang THR yang dikumpulkan itu akan diserahkan kepada Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan beberapa staf SDM di Kemendikbud.

(maa/maa)