Jokowi Nyinyir ke Menteri, PDIP Analisis Reshuffle Usai Pilkada

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 15:07 WIB
Ekspresi senyum nyinyir yang disoroti Handoko Gani (Dok. Setneg)
Ekspresi senyum nyinyir yang disoroti Handoko Gani. (Dok. Setneg)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyentil para menteri yang dinilainya terkesan seperti cuti saat work from home atau WFH. PDIP menilai para menterinya harus memahami watak Jokowi yang senang bekerja.

"Pak Jokowi itu orang senang kerja, untuk menjadi menterinya Pak Jokowi, nomor satu, kesehatan harus kuat. Kedua, dia harus paham masalahnya di kementeriannya. Itu yang paling utama. Tahu keinginan Pak Jokowi menempatkan dia sebagai menteri, harus paham, setelah itu kerja harus sehat," kata Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Jokowi kembali memberi peringatan keras kepada para menteri setelah marah ke menteri yang tak punya sense of crisis. Kali ini memang ada sedikit apresiasi dari Jokowi di sela-sela peringatan kerasnya, pakar gestur masih melihat ada nada nyinyir dalam arahan Jokowi ke menterinya kali ini.

Bambang menilai lumrah jika Jokowi menyentil para menterinya. Menurut Bambang, alasan Jokowi kerap menyentil menteri mungkin karena hasil yang belum memuaskan.

"Jadi kalau Pak Jokowi kemudian terhadap kinerja para menterinya nyentil ya wajar, kan dia yang jadiin, belum sesuai harapanku misalnya, ya wajar dong, kan juragannya Pak Jokowi," ujarnya.

Tonton juga 'Jokowi Sindir Para Menteri: Saya Lihat WFH Kemarin Kayak Cuti':

[Gambas:Video 20detik]

Selain itu, Bambamg angkat bicara soal isu reshuffle yang sempat dikatakan Jokowi di depan para menterinya pada rapat terbatas 18 Juni. Jika pun ada reshuffle, menurut Bambang, akan dilakukan usai pilkada serentak.

"Analisis, ini analisis ya. Analisis reshuffle dilaksanakan setelah Pilkada serentak. Karena Pak Jokowi itu nggak senang ribut-ribut," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyentil kinerja para menterinya. Jokowi menyinggung sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang dilakukan selama ini justru tampak seperti cuti.

"Saya minta kita memiliki sense yang sama. Sense of crisis yang sama. Jangan sampai 3 bulan yang lalu kita menyampaikan bekerja dari rumah, work form home. Yang saya lihat ini kayak cuti malahan. Padahal pada kondisi krisis kita harusnya kerja lebih keras lagi," kata Jokowi, dalam rapat terbatas seperti diunggah dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, seperti dilihat detikcom, Kamis (9/7).

(gbr/van)