UIN Aceh Gratiskan UKT Mahasiswa yang Orang Tuanya Wafat karena Corona

Agus Setyadi - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 15:01 WIB
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Warul Walidin (dok. Humas UIN Ar-Raniry)
Rektor UIN Ar-Raniry Prof Warul Walidin (Foto: dok. Humas UIN Ar-Raniry)
Banda Aceh -

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Aceh, memberikan keringanan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak virus Corona. Besaran keringanan UKT diberikan sesuai dampak yang dialami.

"Mahasiswa UIN Ar-Raniry akan diberi keringanan biaya kuliah sesuai dengan dampak yang dialami, mulai keringanan UKT sebelumnya hingga dibebaskan 100 persen sesuai dengan kriteria masing-masing," kata Rektor UIN Ar-Raniry Prof Warul Walidin, Kamis (9/7/2020).

Warul mengatakan mahasiswa yang orang tuanya meninggal akibat virus Corona bakal digratiskan uang kuliah. Sementara itu, mahasiswa atau orang tuanya sakit karena COVID-19 akan mendapat pemotongan UKT sebesar 30 persen.

Untuk mendapat pemotongan biaya kuliah 30 persen ini, mahasiswa harus menyerahkan surat keterangan dari rumah sakit atau Gugus Tugas COVID-19 provinsi atau kabupaten/kota. Mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir atau skripsi bakal diberi pengurangan uang kuliah sebesar 20 persen.

Warul mengatakan UIN juga memberikan keringanan kepada mahasiswa yang orang tuanya mengalami PHK, pailit, tempat usaha ditutup, sakit keras, atau menurunnya pendapatan signifikan minimal 25 persen dibanding sebelum COVID-19. Untuk kriteria ini, pengurangan uang kuliah diberikan sebesar 10 persen dari UKT sebelumnya.

"Pimpinan UIN Ar-Raniry telah menetapkan surat keputusan tersebut berdasarkan masukan dari berbagai pihak dan kebijakan dalam memberikan keringanan kepada masyarakat, khususnya mahasiswa UIN Ar-Raniry. Semoga, walaupun dalam kondisi pandemi, proses pendidikan dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Menurutnya, keringanan UKT tersebut diberikan kepada mahasiswa tahun masuk 2014-2019 dengan persyaratan pengajuan keringanan antara lain surat permohonan, surat pernyataan kebenaran dokumen, serta dokumen umum seperti KK dan KTP orang tua.

Selain itu, mahasiswa harus melampirkan dokumen pendukung, seperti surat keterangan dari kepala desa, surat keterangan sakit dari rumah sakit, surat pailit dari pengadilan, surat keterangan penutupan tempat usaha dari pemerintah daerah, surat keterangan PHK, SK bimbingan dan surat keterangan dari rumah sakit atau Gugus COVID-19 bagi mahasiswa yang orang tuanya meninggal dunia atau sakit karena COVID-19.

Tonton juga 'Jokowi ke Rektor Se-RI: Fasilitasi Mahasiswa Belajar pada Siapa Pun':

[Gambas:Video 20detik]

Semua permohonan, syarat, mekanisme, dan ketentuan lainnya dapat diajukan secara daring melalui e-mail keringanan.ukt@ar-raniry.ac.id dengan format PDF paling lambat 24 Juli 2020. Yang tidak mengajukan permohonan keringanan dianggap sanggup membayar UKT seperti biasa.

"Kita juga banyak memberikan keringanan lainnya kepada mahasiswa UIN Ar-Raniry, seperti pembayaran uang kuliah dapat diangsur dalam dua tahap, yakni 60 persen tahap pertama dan 40 persen lagi pada tahap kedua dan masa pembayaran UKT juga telah diperpanjang hingga 16 Oktober 2020," jelas Warul.

(agse/haf)