Tok! MA Vonis Mati Deni Pemutilasi PNS Kemenag Bandung

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 14:59 WIB
Deni Prianto, pelaku pembunuhan dan mutilasi Komsatun Wachidah, PNS Kemenag Bandung divonis mati di PN Banyumas, Kamis (2/1/2020).
Deni Prianto, pelaku yang menghabisi PNS Kemenag Bandung (Arbi Anugrah/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan jaksa dan Deni Prianto. Alhasil, Deni tetap dihukum mati karena menghabisi nyawa PNS Kemenag Bandung, Komsatun Wachidah. Tidak hanya itu, mayat Komsatun juga dimutilasi dan dibakar.

Kasus ini terungkap saat seorang warga menemukan tengkorak manusia dalam kondisi gosong di Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas, Jawa Tengah, pada 8 Juli 2019 sore. Warga kemudian melaporkan penemuan itu ke aparat kepolisan.

Saat melakukan pengecekan, polisi tak menemukan tanda identitas korban di lokasi penemuan tengkorak dan tulang yang terbakar. Melalui keterangan sejumlah saksi, diketahui ada sebuah mobil mencurigakan yang sempat terlihat berada di lokasi tersebut. Polisi akhirnya menangkap pelaku Deni pada Kamis (11/7/2019) petang.

Identitas korban akhirnya terungkap, yakni seorang PNS Kemenag Kota Bandung, Komsatun Wachidah. Perkenalan keduanya berawal dari media sosial. Deni sengaja mengedit profil dan fotonya saat berkenalan dengan korban. Rupanya Deni sengaja mendekati korban karena tergiur ingin menguasai harta korbannya.

Pada perkembangan kasusnya, terungkap Deni membunuh korban di salah satu tempat kos di Bandung pada Minggu, 7 Juli 2019. Sebelum dibunuh, korban berhubungan badan dengan pelaku layaknya suami-istri. Korban dibunuh dengan cara dipukul dengan martil. Lalu tubuh korban dimutilasi.

Untuk menghilangkan jejak, potongan tubuh korban dibuang dan dibakar di dua lokasi berbeda, yaitu di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, dan Sempor, Kabupaten Kebumen.

Deni kemudian ditangkap dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pada 2 Januari 2020, ketua majelis hakim Abdullah menjatuhi Deni dengan hukuman mati. Adapun anggota majelis adalah Tri Wahyudi dan Randi Jastian Afandi.

Hukuman mati itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Semarang. Deni dan jaksa sama-sama mengajukan kasasi. Apa kata MA?

"Tolak kasasi JPU dan Terdakwa," demikian lansir panitera MA di website-nya, Kamis (9/7/2020). Perkara Nomor 583 K/PID/2020 diadili oleh Suhadi, Desnayeti, dan Soesilo.

Tonton juga 'Deni Pemutilasi Wanita PNS Kemenag Bandung Divonis Mati!':

[Gambas:Video 20detik]

(asp/fjp)