Mukjizat Nabi Musa: Tongkat Menjadi Ular hingga Membelah Lautan

Puti Yasmin - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 06:00 WIB
Alhamdulillah, Museum Al Quran TMII Kembali Dibuka di Era New Normal
Foto: Humas Kemenag/Ilustrasi Mukjizat Nabi Musa: Tongkat Menjadi Ular hingga Membelah Lautan
Jakarta -

Setiap rasul diberi amanah oleh Allah SWT untuk menyampaikan wahyu. Mukjizat pun menjadi salah satu tanda kenabian yang diberikan oleh Allah, termasuk kepada Nabi Musa A.S. Nah, apa saja mukjizat Nabi Musa?

Setiap mukjizat Allah SWT firmankan dalam Al Quran. Hal itu agar setiap umat Islam dapat memercayai kenabian setiap rasul yang diutus oleh Allah SWT ke atas bumi.

Berikut 2 mukjizat Nabi Musa:

1. Mengubah Tongkat Menjadi Ular

Kisah mukjizat mengubah tongkat menjadi ular tertulis dalam ayat al qur'an tentang mukjizat Nabi Musa surat Al-A'raf ayat 104-107. Dalam surat itu, dikisahkan Nabi Musa tengah diutus Allah SWT untuk menunjukkan bukti-bukti kepada Firaun.

Firaun pun menantang Nabi Musa untuk memperlihatkan bukti jika ia benar merupakan utusan dari Allah SWT. Nabi Musa pun melemparkan tongkatnya dan secara tiba-tiba tongkat itu berubah jadi ular besar.

Arab: فَاَلْقٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُّبِيْنٌ ۖ

Latin: fa alqā 'aṣāhu fa iżā hiya ṡu'bānum mubīn

Artinya: Lalu (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya.

Selain itu, tangan Nabi Musa menjadi putih bercahaya. Namun, kaum Firaun tetap tidak mau mempercayai kebesaran Allah SWT melalui Nabi Musa.

Arab: قَالَ الْمَلَاُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ اِنَّ هٰذَا لَسٰحِرٌ عَلِيْمٌۙ

Latin: qālal-mala`u ming qaumi fir'auna inna hāżā lasāḥirun 'alīm

Artinya: Pemuka-pemuka kaum Fir'aun berkata, "Orang ini benar-benar pesihir yang pandai,"

2. Membelah Lautan

Selain itu, ada juga mukjizat Nabi Musa membelah lautan. Dalam Quran surat Taha ayat 77-78 Allah SWT berfirman cara Nabi Musa dalam membelah lautan demi menyelamatkan diri,

Kisah itu bermula dari kejaran para bala tentara Firaun yang ingin menangkap Nabi Musa dan umatnya. Namun, saat mencari jalan pergi mereka terjebak di ujung perbatasan dengan laut sehingga tak ada jalan keluar kecuali melewati laut.

Akhirnya, Nabi Musa memukul tongkat tersebut ke tanah hingga membelah lautan. Nabi Musa dan pengikutnya pun berjalan di tengah-tengah laut yang terbelah tersebut.

Arab: وَلَقَدْ اَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنْ اَسْرِ بِعِبَادِيْ فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيْقًا فِى الْبَحْرِ يَبَسًاۙ لَّا تَخٰفُ دَرَكًا وَّلَا تَخْشٰى

Latin: wa laqad auḥainā ilā mụsā an asri bi'ibādī faḍrib lahum ṭarīqan fil-baḥri yabasal lā takhāfu darakaw wa lā takhsyā

Artinya: Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, 'Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukul lah (buat lah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu, (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam).'

Para pasukan Firaun pun mengikuti Nabi Musa ke dalam lautan. Namun, mereka malah ditenggelamkan oleh Allah SWT.

Arab: فَاَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُوْدِهٖ فَغَشِيَهُمْ مِّنَ الْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ ۗ

Latin: fa atba'ahum fir'aunu bijunụdihī fa gasyiyahum minal-yammi mā gasyiyahum

Artinya: Kemudian Firaun dengan bala tentaranya mengejar mereka, tetapi mereka digulung ombak laut yang menenggelamkan mereka.

Selain itu, mukjizat Nabi Musa juga Allah firmankan dalam surat Asy Syuara ayat 60-66. Allah SWT berfirman bahwa para pasukan Firaun ikut masuk ke dalam lautan dan membuat pengikut Nabi Musa ketakutan.

Namun, Nabi Musa menenangkan umatnya karena Allah SWT telah memberi petunjuk. Firaun dan pasukannya akhirnya ditenggelamkan dalam Laut Merah.

Arab: ثُمَّ اَغْرَقْنَا الْاٰخَرِيْنَ ۗ

Latin: ṡumma agraqnal-ākharīn

Artinya: Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain (Firaun dan pasukannya).

Semoga mukjizat Nabi Musa bisa menambah keimanan kita ya!

(pay/erd)