Penyelidikan Dugaan Pungli THR di UNJ Dihentikan, Polisi: Dana Diberi Sukarela

ADVERTISEMENT

Penyelidikan Dugaan Pungli THR di UNJ Dihentikan, Polisi: Dana Diberi Sukarela

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 14:44 WIB
Polda Metro Jaya Menghentikan Penyelidikan Dugaan Pungli THR di UNJ
Foto: Yogi Ernes
Jakarta -

Polda Metro Jaya mengungkap alasan penyelidikan terkait kasus dugaan pungli di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dihentikan. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Roma Hutajulu menyatakan dana yang awalnya diduga pungli ternyata diberikan secara sukarela tanpa sepengetahuan penerima.

"Sebagian dari dana tersebut memang diserahkan tapi setelah kami cek dan rekonstruksi itu semua tanpa sepengatahuan penerima dan pemberi pun merasa itu bagian sukarela. Kami berpendadapat dan melakukan pemeriksaan ke 2 ahli dan menyampaikan seperti apa yg disampaikan Kabid Humas," kata Roma kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Roma mengatakan dari keterangan 44 saksi yang telah diterima, termasuk dua saksi ahli di dalamnya juga disimpulkan tidak ada tindak pidana dalam kasus di UNJ tersebut. Dia mengatakan dana THR yang dikumpulkan oleh Rektor UNJ tersebut tanpa sepengatuan penerima.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menegaskan, usai melakukan penyelidikan, gelar perkara dan pemeriksaan saksi-saksi, pihaknya tidak menemukan unsur pidana terkait kasus dugaan pungli di UNJ. Yusri juga mengatakan kini kasus tersebut dilimpahkan ke Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Kemendikbud.

"Hasil gelar perkara terakhir yang dilakukan untuk mencari konstitusi perkara, dari 44 saksi kita periksa, kita lakukan gelar perkara semuanya dinyatakan bahwa peristiwa itu tidak memenuhi unsur yang ada sehingga dilakukan penghentian penyelidikan dalam rangka kepastian hukum," ungkap Yusri.

"Selanjutnya terhadap peristiwa itu penyelidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melimpahkan peristiwa perkara kepada APIP Kemendikbud RI dalam hal ini Inspektorat Kemendikbud RI untuk dilakukan pendalaman," sambung Yusri.

Tonton juga 'Tak Temukan Indikasi Korupsi, Polisi Setop Kasus OTT Pejabat UNJ':

[Gambas:Video 20detik]

Seperti diketahui, KPK bersama Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat Universitas Negeri Jakarta terkait pungutan liar (pungli). KPK menduga pihak Rektor UNJ telah melakukan pungli berupa permintaan THR kepada bawahannya melalui Kabag Kepegawaian UNJ, Dwi Achmad Noor.

"Rektor UNJ sekitar tanggal 13 Mei 2020 diduga telah meminta kepada Dekan Fakultas dan Lembaga di UNJ untuk mengumpulkan uang THR masing-masing Rp 5 juta melalui Dwi Achmad Noor (Kabag Kepegawaian UNJ)," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto kepada wartawan, Kamis (21/5).

Karyoto mengatakan, pada 19 Mei 2020, terkumpullah uang Rp 55 juta dari 8 fakultas, 2 lembaga penelitian, dan pascasarjana. Karyoto menyebut sebagian uang THR yang dikumpulkan itu akan diserahkan kepada Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbud dan beberapa staf SDM di Kemendikbud.

"Pada tanggal 20 Mei 2020 Dwi Achmad Noor membawa uang Rp 37.000.000 ke kantor Kemendikbud selanjutnya diserahkan kepada Karo SDM Kemendikbud sebesar Rp 5 juta, Analis Kepegawaian Biro SDM Kemendikbud sebesar Rp 2,5 juta serta Parjono dan Tuti (staf SDM Kemendikbud) masing-masing sebesar Rp 1 juta," sebutnya.

(maa/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT