Prabowo Garap Lumbung Pangan, Tenaga Ahli KSP: Bukan Ambil Tupoksi Mentan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 14:34 WIB
Donny Gahral.
Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian (Foto: Dok. Pribadi)

Donny pun menegaskan, penunjukan itu juga bukan berarti Kemenhan mengambil tupoksi dari Kementerian Pertanian (Kementan). Mengingat proyek ini tetap di bawah koordinasi Kementan.

"Jadi sejauh ini bermanfaat bagi bangsa dan negara, mampu menguatkan ketahanan pangan kita. Supaya kita tidak tergantung dari impor dari negara-negara lain, apa salahnya begitu. Toh ini pun sebenarnya dalam koordinasi tingkat kementerian dengan Kementan," katanya.

Sebelumnya, dilansir dari CNBC Indonesia, Juru Bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Kemenhan yang dipimpin Prabowo akan menjadi leading sector dari proyek lumbung pangan. Dahnil mengatakan penunjukan itu datang langsung dari Presiden Jokowi.

"Hari ini Kemenhan diberikan tanggung jawab oleh Presiden sebagai leading sector untuk memperkuat food estate. Insyaallah hari Kamis Pak Menhan dan Pak Presiden akan meninjau lokasi di Kalimantan Tengah terkait rencana dengan food estate. Food estate ini akan menjadi logistik cadangan strategis bagi Indonesia yang nanti ditangani oleh prajurit TNI," ujar Dahnil dalam acara peluncuran buku 'Ekonomi Pertahanan Menghadapi Perang Generasi Keenam Karya Laksdya TNI Agus Setiadji' yang berlangsung secara virtual.

Namun, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan leading sector dalam proyek lumbung pangan nasional (food estate) tetaplah dipegang oleh dirinya. Keterlibatan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri BUMN Erick Thohir tidak akan mengubah posisinya sebagai pemimpin dari proyek ini.

Menurut Syahrul, dirinyalah yang pertama kali ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengerjakan proyek tersebut.

"Kenapa di 700 ribu hektare lahan rawa gambut, Mentan tidak disebut, beliau (Menteri PUPR) menjelaskan. Jadi sebenarnya dalam momen itu, bahwa kehadiran Menteri PUPR, kehadiran Menhan, kehadiran Menteri BUMN dalam proses 700 ribu ha di situ, Mentan memang tidak langsung masuk, tetapi leading sector-nya tetap Menteri Pertanian," kata Syahrul dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta, Selasa (7/7).

Halaman

(mae/imk)