Dapat Ancaman, SBY Kurangi Salaman dengan Rakyat
Kamis, 29 Des 2005 12:58 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan mengurangi jabat tangan dan melambaikan tangan saat melakukan kunjungan ke rakyat. Hal ini terpaksa dilakukan menyusul adanya ancaman terhadap keselamatan pejabat nomor satu di Indonesia itu.Kebiasaan jabat tangan dan melambaikan tangan saat di mobil akan dikurangi untuk sementara waktu hingga situasi lebih aman.Demikian disampaikan oleh juru bicara presiden Andi Mallarangeng usai pemaparan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (29/12/2005).Meski telah menerima informasi Badan Intelijen Negara (BIN) tentang adanya ancaman keselamatan presiden dan wapres, SBY tidak takut atas ancaman itu."SBY tidak takut, tidak ada satupun agenda yang diubah karena adanya ancaman tersebut," kata Andi Mallarangeng Saat ditanya kenapa ancamanan itu diumumkan kepada publik, Andi mengatakan bahwa ada dua alasan hal itu dilakukan. Pertama, memberi efek pencegahan untuk siapapun yang ingin atau melakukan ancaman terhadap presiden dan wapres. Kedua, untuk meminta permakluman dari masyarakat ketika ada beberapa kebiasaan presiden yang dikurangi untuk sementara."Jangan berani-berani mengacam presiden, wakil presiden, dan keluarga. Karena seluruh aparat negara termasuk polisi dan Paspampres akan tetap siap menjaga keselamatan beliau," tegasnya.Namun Andi tidak mau mengatakan dari siapa ancamana tersebut datang. Yang jelas ada tiga kemungkinan pengacam itu koruptor, narkoba, dan teroris. Hal itu berdasarkan agenda prioritas SBY yang memang ingin memberantas ketiga hal tersebut. "Ya kemungkinan besar ketiga pihak tersebut merasa kurang suka dengan agenda SBY, maka mereka mencoba mengancam keselamatan SBY," imbuhnya.
(san/)











































