Maria Pauline Lumowa Tertangkap di Serbia Juli 2019, RI Lobi Diam-diam

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 11:42 WIB
Konpers Menko Polhukam Mahfud Md dan Menkumham Yasonna Laoly terkait ekstradisi tersangka kasus pembobolan bank BNI Rp 1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa (Luqman Arun/detikcom)
Konpers Menko Polhukam Mahfud Md dan Menkumham Yasonna Laoly terkait ekstradisi tersangka kasus pembobolan bank BNI Rp 1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa. (Luqman Arun/detikcom)
Jakarta -

Tersangka kasus pembobolan Bank BNI Rp 1,7 triliun pada 2002, Maria Pauline Lumowa, diekstradisi dari Serbia ke Indonesia. Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan Maria tertangkap di Serbia sejak tahun lalu.

"Lari dari Indonesia, tinggal di Belanda. Sejak setahun lalu, itu tertangkap, terjejak di Serbia. Sejak bulan Juli 2019," kata Mahfud dalam jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (9/7/2020).

Tonton juga 'Menkum HAM Ekstradisi Maria Puline Lumowa Pembobol Bank Rp 1,7 T':

[Gambas:Video 20detik]

Mahfud mengatakan penangkapan Maria ini berkat kinerja Menkum HAM Yasonna Laoly, yang bekerja dalam senyap. Yasonna selama setahun ini berkoordinasi dengan pemerintah Serbia.

"Kemudian sesudah melalui proses yang panjang dan diam-diam. Menkum HAM bekerja dalam senyap, tidak ada yang tahu, tidak ada yang mendengar. Karena memang harus bekerja secara hati-hati Pak Menkum HAM. Selama setahun itu pula melakukan komunikasi dengan pemerintahan Serbia. Hingga pada akhirnya tadi malam sudah diserahkan secara resmi melalui proses kerja sama hukum MAL, mutual legal assistance," tuturnya.

Mahfud pun berterima kasih atas kerja sama pemerintah Serbia.

"Atas nama pemerintah Indonesia saya berterima kasih kepada pemerintah Serbia," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2