Kasus Corona di DKI Cetak Rekor Saat PSBB Transisi, Golkar: Ini Lepas Kontrol

M Ilman - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 10:43 WIB
Gedung DPRD DKI Jakarta
Gedung DPRD DKI (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Basri Baco mengatakan lonjakan kasus virus Corona di Jakarta pada Rabu (8/7) harus menjadi perhatian serius. Hal itu karena jumlah penambahan kasus positif COVID-19 mencetak rekor di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

"Sebenarnya ini warning, ini harus jadi warning, jadi sirene waspada bencana bahwa masa transisi ini bukan menurunkan, malah menaikkan (kasus Corona)," ujar Baco saat dihubungi, Kamis (9/7/2020).

Baco menyebut Pemprov DKI lepas kontrol dalam melakukan pengawasan. Padahal, sejumlah sektor sudah diizinkan kembali buka, seperti perkantoran, mal, dan restoran.

"Sebenarnya sudah bisa diantisipasi, sudah bisa diketahui cuma harusnya Dinas Kesehatan harus bisa antisipasi dan Pemda khususnya Satpol PP dan Dinas Naker (ketenagakerjaan) itu juga harus kontrol betul protokol kesehatan. Ini yang saya rasa lepas kontrol. Dinas kesehatan juga lepas kontrol atau tidak mengontrol sama Dinas ketenagakerjaannya, Satpol PP," ucapnya.

Untuk itu, Baco meminta rekor kasus COVID-19 di Jakarta ini menjadi bahan evaluasi. Jadi, tujuan menjalankan roda ekonomi di masa PSBB transisi tidak membuat kasus Corona bertambah.

"Fakta itu harus jadi warning harus jadi bahan evaluasi jangan sampai begini lagi. Kalau bisa dengan ketatnya pengontrolan dibukanya beberapa sektor ekonomi itu kalau bisa malah turun, gimana caranya tuh, kita aktivitas ekonomi jalan, Corona-nya turun. Kalau itu bisa terwujud itu bagus, hebat. Itu kan kita harapkan. Kalau ekonominya bergerak, (Corona) semakin banyak apa hebatnya," katanya.

Sebelumnya, kurva kasus baru virus Corona di Jakarta meroket Rabu (8/7). Ada 344 kasus baru yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Jakarta.

Sebagaimana terpampang di situs resmi Corona Jakarta, Rabu (8/7/2020), catatan 344 kasus baru per hari adalah rekor tertinggi sejak pertama kali kasus Corona tercatat di Ibu Kota.

Terpantau pada grafik 'Penambahan Kasus Harian', kurva untuk 8 Juli adalah kurva yang tertinggi, mengalahkan puncak kurva pada 5 Juli dengan 256 kasus baru dan pada 25 Juni dengan 245 kasus baru.

(imk/imk)