Kemenparekraf Sosialisasikan Protokol Kesehatan Industri Parekraf

Yudistira Imandiar - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 10:20 WIB
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo
Foto: dok Kemenparekraf
Jakarta -

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengadakan "Sosialisasi Kebijakan & Simulasi Protokol Kesehatan bagi Industri Parekraf di Masa COVID-19", Rabu (8/7/2020). Kegiatan tersebut diisi pembahasan ihwal serangkaian protokol kesehatan yang wajib diterapkan pelaku industri parekraf di era new normal.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo menuturkan, kebijakan dan protokol kesehatan sangat dibutuhkan pelaku usaha parekraf untuk kembali beroperasi dengan tetap menjaga keamanan dan keselamatan berbagai pihak. Di samping itu, lanjut Angela, protokol kesehatan dapat berdampak positif dalam membangun kembali kepercayaan wisatawan domestik dan mancanegara.

Memasuki fase new normal di tengah pandemi COVID-19, kata Angela, terdapat serangkaian kebiasaan baru di masyarakat, seperti menggunakan masker, jaga jarak, tidak berjabat tangan, serta pemanfaatan teknologi dalam rangka menghindari terjadinya kerumunan.

"Pandemi COVID-19 juga telah mengubah perilaku konsumen baik dalam menentukan pembelian produk/jasa kreatif maupun dalam menentukan perjalanan wisata," imbuhnya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7/2020).

Angela memaparkan, Kemenparekraf/Baparekraf telah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan, sesuai arahan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, yang melibatkan peran serta para asosiasi di sektor Parekraf. Dari koordinasi tersebut, diperoleh hasil berupa Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yang di dalamnya terdapat protokol yang mengatur kebiasaan baru untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sebagai tindak lanjut dari Kepmenkes tersebut, Kemenparekraf/Baparekraf menyusun sederet panduan teknis, dalam bentuk handbook untuk hotel, restoran dan rumah makan, daya tarik wisata, homestay, spa, usaha perjalanan wisata, kegiatan wisata minat khusus, MICE dan event, serta ekonomi kreatif.

"Panduan teknis ini dibuat dengan memerhatikan indikator kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan, " tuntas Angela.

Sebagai informasi acara sosialisasi yang berlangsung di hotel JS Luwansa dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Odo R.M Manuhutu, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari, Direktur Penyuluhan, Kementerian Keuangan Hestu Yoga, Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan Sumber Daya Alam, BNPB Yolak Dalimunthe, Pejabat Eselon I dan Staf Ahli di Lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf, Perwakilan Asosiasi, serta sekitar 2.500 peserta yang hadir secara virtual.

(ega/ega)