Palestina dan Israel Memanas, 6 Negara Tolak Pencaplokan Tepi Barat

Rosmha Widiyani - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 09:36 WIB
Sejumlah warga Palestina turun ke jalan untuk tolak rencana aneksasi Israel di Tepi Barat. Dalam aksi itu demonstran membawa poster hingga bendera Palestina.
Konflik Palestina dan Israel memanas. Israel berencana mencaplok Tepi Barat. Enam negara menolaknya. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Hubungan Palestina dan Israel kembali memanas. Israel berniat mencaplok kawasan Tepi Barat. Padahal sesuai perjanjian internasional, Tepi Barat termasuk Lembah Yordania dan Yerusalem Timur adalah wilayah Palestina.

Hingga hari ini tercatat sedikitnya enam negara menolak upaya pencaplokan Tepi Barat oleh Israel. Pencaplokan yang oleh pemerintah Israel disebut dengan bahasa Aneksasi itu dianggap bisa mengancam perdamaian dunia. Ke enam negara yang menolak tersebut adalah Mesir, Prancis, Jerman, dan Yordania, setelah sebelumnya ada China serta Qatar.

Menteri luar negeri Mesir, Prancis, Jerman, dan Yordania mengatakan akan memberikan berbagai support demi terlaksananya negosiasi. Keempatnya juga telah berdiskusi upaya memulai kembali kesepakatan yang benar-benar dilaksanakan terkait konflik Palestina dan Israel (https://www.detik.com/tag/konflik-israel-palestina).

"Kami sepakat aneksasi wilayah seperti yang tercantum dalam kesepakatan 1967 adalah pelanggaran hukum internasional. Upaya tersebut merusak fondasi proses perdamaian Palestina dan Israel," ujar Menteri Luar Negeri Jerman dalam statemen yang dibacakan usai video konferensi antara empat negara dikutip dari Arab News.

Statemen tersebut juga menyatakan, keempat negara tidak mengakui perubahan batas wilayah yang tidak disepakati Palestina dan Israel. Batas wilayah harus sesuai dengan kesepakatan tahun 1967. Jika aneksasi berlanjut, upaya tersebut mungkin juga akan mempengaruhi hubungan dengan Israel.

Pencaplokan tepi barat akan berdampak serius pada keamanan, stabilitas, serta upaya damai yang terus diperjuangkan antara Palestina dan Israel. Kekhawatiran inilah yang membuat China menolak upaya aneksasi tepi barat.

"Kami memperingatkan pihak terkait jangan melakukan tindakan yang hanya menguntungkan kelompok tertentu," ujar perwakilan permanen China di PBB Zhang Jun dalam pertemian virtual dengan Konsil Keamanan dikutip dari Xinhua.

Dalam briefing sebelum pertemuan tersebut, UN Special Coordinator untuk perdamaian timur tengah Nickolay Mladenov mengatakan, Israel akan memulai aneksasi pada 1 Juli 2020. Sebelumnya dua figur politik terkemuka Israel telah menyepakati perjanjian dan menyiapkan upaya terkait pencaplokan Tepi Barat .

Segala upaya yang merusak dan melemahkan Palestina jangan sampai dilakukan apalagi dengan mempertimbangkan pandemi COVID-19. Palestina yang wilayahnya diduduki dan mengalami konflik berisiko tidak bisa melakukan upaya pencegahan serta pengobatan menghadapi virus corona.

China menyatakan siap membantu Palestina menghadapi COVID-19 melanjutkan upaya pengiriman bantuan medis yang sebelumnya telah dilakukan. China juga berkomitmen memberikan support pada Palestina untuk mengembalikan wilayah dan negaranya sesuai kesepakatan 1967.

Terkait Qatar, negara tersebut telah melakukan pertemuan dengan pimpinan HAMAS Ismail Haniyeh dan timnya terkait konflik Palestina dan Israel. Qatar menolak upaya aneksasi tepi barat dan menyatakan dukungan pada Palestina.

Dikutip dari Anadolu, Qatar diwakili Menteri Luar Negeri Muhammad bin Abdurrahman Al-Thani dalam pertemuan yang dilakukan di Doha tersebut. HAMAS mengapresiasi dukungan Qatar dalam konflik Palestina dan Israel yang terus berlanjut. Qatar juga menyatakan dukungan atas persatuan seluruh komponen di Palestina.

Tonton juga video 'PBB Protes Keras Israel caplok Tepi Barat Palestina':

[Gambas:Video 20detik]



(row/erd)