Round-Up

Skandal 'Jatah' 30 Persen BLT Desa di Balik Horor Ricuh di Madina

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 05:30 WIB
Konferensi Pers di Polda Sumut (Ahmad Arfah-detikcom)
Foto: Konferensi Pers di Polda Sumut (Ahmad Arfah-detikcom)
Medan -

Polisi menetapkan 20 orang sebagai tersangka terkait demonstrasi berujung ricuh di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Selain itu, polisi juga mengungkap skandal 'jatah' 30 persen BLT dana desa yang diduga diminta para tersangka.

Demonstrasi berujung ricuh itu terjadi di Desa Mompang Julu, Madina, Senin (29/6/2020). Saat itu, warga menggelar demonstrasi dengan tudingan tidak transparannya Kepala Desa Mompang Julu, Hendri Hasibuan, soal BLT dari dana desa.

Massa aksi menuntut Bupati Madina memecat Hendri dari jabatan kepala desa Mompang Julu. Demonstrasi kemudian berujung ricuh dan menyebabkan enam orang polisi terluka serta mobil dinas Wakapolres Madina dibakar massa.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Menurut polisi, ada sekelompok perusuh yang memicu pelemparan batu terhadap aparat di lokasi.

Berselang 9 hari usai kericuhan terjadi, polisi mengumumkan penetapan 20 orang sebagai tersangka terkait kericuhan itu. Pengumuman tersangka disampaikan oleh Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin di Polda Sumut, Medan, Rabu (8/7/2020).

"20 orang tersangka diamankan, 18 orang sudah di Polda Sumut dan dua lagi masih di Madina karena di bawah umur," kata Martuani.

Para tersangka yang diamankan adalah AL (25), TA (22), AS (37), MP (25), MA (20), RH (20), ER (40), AI (20), AN (20), EM (20), MA (37), AH (53), MH (18), AS (19), KA (18), MF (22), RN (17), MF (25), IA (16) dan MA(42). Mereka diduga sebagai provokator hingga pelempar batu kepada polisi saat kericuhan terjadi.

"AL, TA melakukan provokasi massa. Yang lain melakukan pelemparan kepada polisi hingga membakar kendaraan yang ada di lokasi," ucap Martuani.

Selanjutnya
Halaman
1 2