Kapolda Minta Gubernur Menertibkan Asrama-asrama Mahasiswa Papua

Wilpret Siagian - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 01:25 WIB
Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw.
Foto: Wilpret Siagian/detikcom
Jakarta -

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw minta Pemerintah provinsi Papua menertibkan asrama- asrama mahasiwa Papua yang ada di berbagai kota study di Indonesia. Permintaan itu menyusul banyaknya asrama mahasiswa Papua di Indonesia yang telah diambil alih Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) untuk melakukan pergerakan melawan negara.

"Pemerintah Papua berkewajiban menertibkan asrama mahasiwa, karena pemerintah daerah membiayai para anak-anak Papua yang menimba ilmu di beberapa kota study di Indonesia," ujar Paulus Wartepaw kepada wartawan di Mapolda Papua, Rabu (8/7/2020).

Waterpauw mengatakan, asrama-asrama mahasiswa Papua telah disusupi AMP dan telah melakukan propaganda kepada mahasiswa-mahasiwa baru. Akhirnya para mahasiswa baru tersebut ikut melakukan gerakan perlawanan kepada negara.

"Kami ikuti dari awal siapa yang membentuk AMP. Apalagi dulu kita pernah dengar yang namanya AMPTI, dan mereka ini juga adalah aktor-aktor yang tergabung dalam KNPB yang kemudian ada hubungan dengan klasifikasi jabatan untuk duduk atau bernaung di ULMWP yang melakukan perlawanan kepada negara," jelasnya.

Tonton juga 'Lulusan Akpol Mau Dikirim ke Papua-Poso, Kapolri: Biar Ortu Meriang':

[Gambas:Video 20detik]

Waterpauw mencontohkan kasus rasisme di Surabaya tahun 2019 lalu, dimana mahasiwa yang berada di asrama Surabaya itu melakukan perlayanan kepada aparat keamanan.

"Bahkan saat Gubernur Papua dan Ibu datang kesana mereka tolak dan dilarang masuk ke dalam asrama mahasiswa, padahal yang membiayai para mahasiswa itu adalah pemerintah daerah," ungkapnya.

(dwia/dwia)