Pria di Palembang Tewas Ditusuk Keponakan, Polisi Buru Pelaku

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 22:13 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi Jenazah (Thinkstock)
Palembang -

Junaidi (66) tewas di tangan keponakannya sendiri, Dedi (36). Penusukan itu diduga akibat kekesalan pelaku terhadap korban.

Informasi yang diterima detikcom menyebutkan insiden itu terjadi pada Selasa (7/7/2020), sekitar pukul 18.30 WIB. Korban yang hendak menunaikan salat tiba-tiba didatangi pelaku.

"Almarhum saat kejadian lagi duduk-duduk siap salat. Langsung didatangi (pelaku) ke rumah bawa pisau," terang orang tua pelaku, Hartati, saat ditemui di RS Bhayangkara, Rabu (8/7).

Hartati curiga saat putranya itu berjalan terburu-buru. Dia kaget ketika putranya berencana membunuh sang paman.

"Jalan buru-buru, bilang mau bunuh orang. Saya kaget, kirain bercanda. Ternyata ada teriakan dari rumah almarhum yang jarak dari rumah sekitar 20 meter," kata Hartati.

Hartati sontak mendatangi rumah korban. Namun kondisi korban sudah mengenaskan dan bersimbah darah.

"Saya bilang berhenti-berhenti, itu malah saya yang mau dikejar. Saya bilang Dedi ingat, ngucap. Akhirnya dia berhenti dan lari," kata Hartati.

Terkait motif, Haryati menduga ada kesalahpahaman di antara keduanya terkait setoran sopir truk di Kertapati.

"Dedi pernah ditegur gara-gara minta uang sama sopir truk. Padahal almarhum juga diberi kepercayaan perusahaan truk untuk jaga wilayah itu," katanya.

Akibat luka tusuk di tubuh, korban akhirnya tewas saat dibawa ke RS Bari Palembang. Untuk keperluan visum, korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumsel.

Sementara itu, Kapolsek Kertapati AKP Polin Pakpahan membenarkan insiden tersebut. Adapun pelaku, yang tidak lain adalah keponakan korban, masih dalam pengejaran.

"Kita sudah minta keterangan saksi-saksi. Termasuk melakukan pengejaran pelaku," kata Polin singkat.

(ras/idn)