PKB Ungkap Cak Imin Pernah Dorong AHY Masuk Kabinet

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 20:25 WIB
Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, bertemu dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar di Kantor DPP PKB. Apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut?
Cak Imin dan AHY (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menerima kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat. Ketua DPP PKB Ahmad Iman Syukri menyebut Cak Imin pernah mendorong AHY dan Demokrat masuk kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) jilid 2.

"Iya karena kan pernah ditanya wartawan (Cak Imin) gimana kalau AHY masuk, ya lebih bagus. Kan sekarang yang belum masuk kabinet Demokrat sama PAN. Kalau PKS sudah oposisi sejak awal. Itu serahkan ke Pak Presiden," kata Iman kepada wartawan di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2020).

Pada akhirnya justru Gerindra yang masuk kabinet periode kedua Presiden Jokowi. Iman menilai hal itu membuat demokrasi di Indonesia menjadi kurang sehat.

"Kemarin masuknya Gerindra ke kabinet itu sebenarnya ada kurang baiknya untuk pendidikan demokrasi kita. Gerindra memang pendukung utama Pak Prabowo, ketika kalah kemudian ada checks and balances, ada oposisi. Nah, sekarang oposisi cuma PKS yang terang-terangan. Jadi itu konteksnya adalah bagaimana kita membangun demokrasi yang sehat," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menerima kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat. Cak Imin menyebut PKB dan Demokrat akan kerja sama dalam Pilkada 2020 di sekitar 30 daerah.

"Tadi dihitung sudah 30-an ya dengan Demokrat ," kata Cak Imin di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh Raya, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2020).

AHY turut menanggapi pernyataan Cak Imin tersebut. Dia menyebut masih akan terus membahas soal berapa jumlah kerja sama daerah antara Demokrat dan PKB di Pilkada 2020.

"Sejauh ini sudah ada yang dibahas, tapi masih ada yang akan terus dibahas," balas AHY.

(imk/imk)