Kemenkes Atur Tarif Rapid Test, Ombudsman: Bukti Sudah Jadi Komoditas Dagang

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 20:22 WIB
Anggota Ombudsman RI Alvin Lie
Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie (Reno Hastukrisnapati Widarto/detikcom)
Jakarta -

Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie, mengkritik Surat Edaran Kementerian Kesehatan tentang batasan tarif tertinggi pemeriksaan rapid test. Alvin menyebut sebelum ditetapkan biaya tertinggi Rp 150 ribu, harga rapid test terbilang mahal dan cenderung dijadikan ladang bisnis.

"Ini membuktikan selama ini biaya rapid test itu harganya gila-gilaan dan sudah menjadi komoditas dagang, kenyataannya ini bisa ditekan menjadi 150 ribu rupiah," kata Alvin kepada wartawan, Rabu (8/7/2020).

Alvin mempertanyakan sanksi apa yang bisa diterapkan bagi pihak yang melanggar peraturan batas tarif tertinggi rapid test itu. Tak hanya itu, dia juga mendapat laporan dari sejumlah rumah sakit di daerah yang telah membeli alat rapid test sebelum ada penetapan harga dari Kemenkes.

"Saya juga mendapat laporan dari berbagai daerah bahwa rumah sakit-rumah sakit ini belinya kit rapid test ini sudah di atas 200 ribu. Jadi bagaimana mereka? Mereka sudah telanjur punya stok untuk itu, apakah uangnya dikembalikan atau bagaimana? Sebab, di beberapa daerah ini rumah sakit-rumah sakit tidak punya pilihan belinya dari orang itu-itu saja, yang dikhawatirkan telah terjadi monopoli atau oligopoli," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2