Indikator Iptek RI Sudah Basi

Indikator Iptek RI Sudah Basi

- detikNews
Kamis, 29 Des 2005 11:49 WIB
Jakarta - Indikator ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) Indonesia ternyata sudah kadaluwarsa. Nggak aneh kalau kita ketinggalkan jauh dengan India, Cina dan Pakistan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan, terakhir kali Indonesia menggunakan indikator itu pada tahun 1993. "Karena itu LIPI menganggap perlu melakukan pembaruan penyusunan indikator iptek bagi kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia," ungkap Kepala LIPI Umar Anggara Zeni di sela penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Indikator Iptek dengan Badan Pusat Statistik (BPS) di Gedung LIPI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta (29/12/2005). Pembaruan itu dianggap penting agar Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara-negara seperti India, Cina, dan Pakistan. "Kita melihat pentingnya data indikator iptek Indonesia yang lengkap dan terpadu, serta terbit secara berkala," kata dia.Untuk pembaruan itu LIPI sengaja menggandeng BPS, karena BPS merupakan salah satu lembaga yang berwenang, kompeten dan berpengalaman dalam bidang sensus, statistik dan indikator. Untuk menyongsong pelaksanaan sensus iptek industri secara matang selama 2005, LIPI dan BPS sudah melaksanakan langkah-langkah persiapan pelaksanaan sensus tersebut. Sehingga MoU tersebut dapat menjadi payung hukum yang legal dan formal.Indikator itu nantinya berfungsi sebagai peringatan dini tentang masalah di balik suatu keadaan dan sebagai perbandingan keadaan dalam berbagai ruang dan waktu.Sedangkan Kepala BPS Choirul Maksum mengaku telah mengumpulkan data iptek sejak lama. Sebab pihaknya menyadari perlunya mengembangkan indikator iptek. (umi/)


Berita Terkait