PD Tanya Langsung ke Jokowi soal Reshuffle, Apa Maksudnya?

Mochamad Zhacky - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 17:12 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan
Wakil Ketua MPR dari Partai Demokrat Syarief Hasan (Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua MPR dari Partai Demokrat (PD) Syarief Hasan sempat menanyakan langsung soal reshuffle kabinet saat pimpinan MPR bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor. Apakah maksud PD memberikan 'kode' soal jatah menteri?

"Nggak lah (Demokrat minta jatah menteri), jauh lah, jauh dari itu lah," kata Syarief saat dihubungi, Rabu (8/7/2020).

Syarief mengaku hanya menanyakan kepada Jokowi soal tindak lanjut dari tegurannya kepada para menteri yang berujung ancaman reshuffle. Menurut Syarief, sebelum dia bertanya, Wakil Ketua MPR dari PKB Jazilul Fawaid-lah yang lebih dulu mengawali pertanyaan soal reshuffle.

"Awalnya yang nanya itu dari PKB, iya, Pak Jazilul yang nanya soal itu (reshuffle). Nah, saya hanya memperkuat. Saya hanya bilang kalau bagi saya melihat itu bukan marah-marah, itu hanya memotivasi menterinya. Saya ngomong begitu, kalau saya menilai," ujar Syarief.

Syarief menyebut Jokowi lalu memberi respons soal pertanyaan reshuffle itu. Menurutnya, Jokowi secara tidak langsung mengatakan dirinya mengupayakan agar para menteri bekerja dengan lebih baik.

"Dia (Jokowi) secara tidak langsung ngomong, 'ya kita hanya usahakan supaya ini bekerja lebih bagus lagi', gitu lho," ungkapnya.

Namun Syarief mengatakan pimpinan MPR tidak ada yang menyinggung soal siapa menteri yang seharusnya di-reshuffle. Pimpinan MPR, menurut Syarief, lebih membahas soal RUU Haluan Ideologi Pancasila.

"Kita nggak ngurusin (menteri yang di-reshuffle), itu urusannya dia dong. Kita bukan itu tugas kita, kita nggak nanya soal gitu. Kalau saya nanya soal HIP aja," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Demokrat (PD) Syarief Hasan sempat bertanya seputar reshuffle kabinet kepada Jokowi. PD sejauh ini tidak bergabung dalam parpol koalisi pemerintah. Isu reshuffle sendiri sudah diredam Mensesneg Pratikno, yang merupakan orang kepercayaan Jokowi.

Saat ditanya soal reshuffle, Syarief mengungkapkan bahwa Jokowi ingin kabinetnya bekerja maksimal. Syarief tidak menjelaskan lebih lanjut apakah reshuffle akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

"Secara implisit Bapak Presiden mengatakan menginginkan kabinet ini bekerja maksimal. Secara implisit begitu. Jadi silakan diartikan. Saya pikir itu," ujar Syarief.

(azr/van)